
Masa depan Stefan Hansson sebagai pelatih Mitra Kukar diganggu kabar kedekatan manajemen Naga Mekes dengan Miroslav Janu. Pria Ceko yang menukangi Persela Lamongan musim lalu itu disebut ditawar tim asal Tenggarong hingga Rp 1,6 miliar. Meski belakangan dibantah manajemen Mitra Kukar, namun nasib Hansson kedepannya juga belum dipastikan.
Sementara itu, Hansson mengaku siap jika dipercaya menangani kembali Mitra Kukar di kancah Indonesia Super League (ISL) musim depan. Dia menyebut Mitra Kukar merupakan tim bagus. Pria Swedia itu juga berujar bahwa dia senang berada di Tenggarong.
“Iya, saya siap kembali menangani Mitra Kukar di ISL,”ujar dia, kemarin (26/8).
Namun dia mengaku belum mendapat kepastian dari manajemen. Dikatakannya, Mitra Kukar belum membicarakan perpanjangan kontraknya yang berakhir September nanti. Mantan pelatih Timnas U-23 Myanmar itu mengaku tak tahu apakah akan dipertahankan atau tidak.
“Saya tidak tahu kapan manajemen (Mitra Kukar) akan memanggil saya lagi. Saya juga tidak tahu apakah dipertahankan atau tidak,”sambung dia.
Kiprah Hansson bersama Mitra Kukar dimulai tengah April lalu. Dia datang untuk menggantikan pelatih asing lainnya, Simon McMenemy. Menangani Naga Mekes diparuh kedua dan dibebani target papan atas, Hansson terhitung gagal. Dari 16 laga bersama tim asal Tenggarong, Hansson hanya meraih lima kemenangan. Sisany sembilan kalah dan dua seri. Dengan hasil itu, dia hanya mampu membawa tim Kota raja finis di posisi sembilan klasemen akhir. (*/dwi/er)
