
- Nota kesepahaman (MoU) antara dua kubu PSSI yang sebelumnya berseteru telah disepakati. PSSI dan KPSI pun sudah menunjuk nama-nama anggota Joint Committee (JC) sebagai rekomendasi dari MoU tersebut.
Sebanyak delapan orang sudah didaulat untuk menjadi JC. PSSI Pimpinan Djohar Arifin sendiri telah menunjuk Ketua Komisi Etik Todung Mulya Lubis untuk menjadi Ketua JC.
Selain Todung, tiga nama lainnya yang dipilih mewakili PSSI adalah Catur Agus, Saleh Mukadar, dan Widjajanto. Sementara dari kubu PSSI-KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, empat nama yang dipilih adalah Djamal Aziz, Joko Driono, Hinca Panjaitan, dan Togar Manahan Nero.
Terkait kepemimpinan Todung tersebut, La Nyalla tak mau berkomentar banyak."Biasa-biasa saja tidak ada yang khusus," ujar La Nyalla melalui pesan singkat Selasa (19/6/2012).
Menurut La Nyalla, siapapun ketuanya, yang terpenting JC bisa bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugasnya yang direkomendasikan MoU hasil pertemuan dengan Tim Taskforce AFC, di Malaysia.
Dia melihat saat ini, banyak muncul kesan bahwa JC dibentuk hanya sekedar untuk menyelesaikan dualisme kompetisi antara Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (IPL) saja. "Ini harus diluruskan agar agenda Joint Committee tidak terkesan hanya sebatas menyelesaikan dualisme kompetisi tetapi juga dualisme kepengurusan," tegasnya.
Dia berpendapat, untuk itulah dibentuk JC agar semua persoalan dualisme kepengurusan PSSI juga bisa diselesaikan di kongres, yang rencananya bakal digelar Septermber mendatang.
"Yang menjadi persoalan utama yang penting (dualisme kepengurusan) itu harus diselesaikan yang mengacu pada kehendak dan aspirasi anggota PSSI yang sah," tegasnya lagi.
Kedua kubu bakal bersaing sengit di dalam komite gabungan tersebut. Kubu PSSI akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan agenda pemilihan pengurus baru pada kongres September mendatang, sementara kubu KPSI berusaha sebaliknya.[yob]
Sebanyak delapan orang sudah didaulat untuk menjadi JC. PSSI Pimpinan Djohar Arifin sendiri telah menunjuk Ketua Komisi Etik Todung Mulya Lubis untuk menjadi Ketua JC.
Selain Todung, tiga nama lainnya yang dipilih mewakili PSSI adalah Catur Agus, Saleh Mukadar, dan Widjajanto. Sementara dari kubu PSSI-KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, empat nama yang dipilih adalah Djamal Aziz, Joko Driono, Hinca Panjaitan, dan Togar Manahan Nero.
Terkait kepemimpinan Todung tersebut, La Nyalla tak mau berkomentar banyak."Biasa-biasa saja tidak ada yang khusus," ujar La Nyalla melalui pesan singkat Selasa (19/6/2012).
Menurut La Nyalla, siapapun ketuanya, yang terpenting JC bisa bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugasnya yang direkomendasikan MoU hasil pertemuan dengan Tim Taskforce AFC, di Malaysia.
Dia melihat saat ini, banyak muncul kesan bahwa JC dibentuk hanya sekedar untuk menyelesaikan dualisme kompetisi antara Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (IPL) saja. "Ini harus diluruskan agar agenda Joint Committee tidak terkesan hanya sebatas menyelesaikan dualisme kompetisi tetapi juga dualisme kepengurusan," tegasnya.
Dia berpendapat, untuk itulah dibentuk JC agar semua persoalan dualisme kepengurusan PSSI juga bisa diselesaikan di kongres, yang rencananya bakal digelar Septermber mendatang.
"Yang menjadi persoalan utama yang penting (dualisme kepengurusan) itu harus diselesaikan yang mengacu pada kehendak dan aspirasi anggota PSSI yang sah," tegasnya lagi.
Kedua kubu bakal bersaing sengit di dalam komite gabungan tersebut. Kubu PSSI akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan agenda pemilihan pengurus baru pada kongres September mendatang, sementara kubu KPSI berusaha sebaliknya.[yob]
