
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura, Drs. Fachrudin Pasolo menegaskan dirinya tidak terusik dengan kehadiran tiga buah spanduk yang diarahkan kepadanya untuk mundur dari jabatannya. Tiga spanduk tersebut sempat terpampang di tribun Liverpool selama 29 menit pada pertandingan Persipura vs PSMS Medan, Minggu, (3/6).
Kepada wartawan dalam sessi jumpa pers, Pasolo mengatakan tidak tau sebab-musabab alasan spanduk yang menyerang dirinya. Menurut dia jabatan ketua Panpel bukan sebuah warisan. Namun demikian, dia akui bahwa pengkotak-kotakan di internal Persipuramania yang menjadi salah satu sebab adanya tuntutan mundur pada dirinya.
“Proses untuk turunkan Panpel ada mekanismenya. Kalau misalnya tidak layak, ada mekanismenya,“ bilang Pasolo yang juga Kepala Dinas Pendapatan Kota Jayapura itu. Soal salah satu spanduk yang menyatakan Ketua Panpel tidak memperhatikan mereka, Fachrudin Pasolo membantahnya,
“Kita sangat perhatikan mereka (Persipuramania) mulai dari transport, minum dan lain sebagainya,” bilang Pasolo dihadapan wartawan media cetak dan elektronik, usai laga Persipura vs PSMS, di press room Stadion Mandala Jayapura. Itulah sebabnya Pasolo merasa tak perlu terusik dengan tuntutan itu. Bahkan dirinya berjanji akan mengundang mereka untuk bicara secara baik-baik.
Di tempat yang sama, Sekretaris Panpel, Mukri Hamadi menyatakan kekecewaannya atas salah satu spanduk yang menyatakan Panpel harus orang Papua. “Itu tidak layak dan sebuah intimidasi yang tidak sepantasnya. Kami sangat kecewa,” ungkap Mukri Hamadi. (Roberth Wanggai)
Kepada wartawan dalam sessi jumpa pers, Pasolo mengatakan tidak tau sebab-musabab alasan spanduk yang menyerang dirinya. Menurut dia jabatan ketua Panpel bukan sebuah warisan. Namun demikian, dia akui bahwa pengkotak-kotakan di internal Persipuramania yang menjadi salah satu sebab adanya tuntutan mundur pada dirinya.
“Proses untuk turunkan Panpel ada mekanismenya. Kalau misalnya tidak layak, ada mekanismenya,“ bilang Pasolo yang juga Kepala Dinas Pendapatan Kota Jayapura itu. Soal salah satu spanduk yang menyatakan Ketua Panpel tidak memperhatikan mereka, Fachrudin Pasolo membantahnya,
“Kita sangat perhatikan mereka (Persipuramania) mulai dari transport, minum dan lain sebagainya,” bilang Pasolo dihadapan wartawan media cetak dan elektronik, usai laga Persipura vs PSMS, di press room Stadion Mandala Jayapura. Itulah sebabnya Pasolo merasa tak perlu terusik dengan tuntutan itu. Bahkan dirinya berjanji akan mengundang mereka untuk bicara secara baik-baik.
Di tempat yang sama, Sekretaris Panpel, Mukri Hamadi menyatakan kekecewaannya atas salah satu spanduk yang menyatakan Panpel harus orang Papua. “Itu tidak layak dan sebuah intimidasi yang tidak sepantasnya. Kami sangat kecewa,” ungkap Mukri Hamadi. (Roberth Wanggai)
