Sudah hampir memakan waktu sebulan, pemusatan latihan
alias training camp (TC) tim nasional djohar senior di Yogyakarta tak
menimbulkan gairah bagi suporter untuk menyaksikannya.
Timnas di
bawah asuhan Nil Maizar sejak 17 April lalu telah berlatih di stadion
atletik dan sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sesuai
pengamatan , sejak awal dimulainya TC Timnas di Kota Gudeg ini
tidak menarik para penggemar. Padahal, lokasi stadion UNY berada di
pusat kota yang terletak di Jalan Colombo, Yogyakarta.
Salah
seorang pecinta sepakbola yang selama ini selalu mendukung timnasdjohar , Januardi, mengaku tidak tertarik untuk menonton latihan
timnas sekarang. Meskipun lokasi latihannya cukup dekat dari tempat
tinggalnya.
"Saya malas menontonnya karena pemainnya yang dari
tim-tim LPI itu secara kualitas rendah dan jauh di bawah rata-rata. Jadi
saya malas menonton latihan mereka," kata Januardi.
Sebagai
pecinta sepakbola Indonesia, ia menilai, minimnya penggemar sepakbola
untuk menonton latihan Timnas juga dipengaruhi oleh konflik di PSSI.
"Ini juga pengaruh kacau balau PSSI itu yang bikin orang malas untuk
menonton," ungkapnya.
Menurut dia, selain kualitas rendah,
mayoritas pemain-pemain Timnas yang melakoni TC di Yogyakarta banyak
yang tidak terkenal. "Orang tidak melihat pemain-pemain yang berkualitas
di Timnas ini. Sekarang tidak ada BP (Bambang Pamungkas) dari Persija, M
Nasuha, Boaz Solossa, Patrich Wanggai dan lainnya," tuturnya.
Seorang
tukang parkir di stadion UNY mengutarakan hal yang sama. Ia mengaku tak
mengenal pemain Timnas senior kini. "Saya penggemar sepakbola, tapi
kalau melihat pemain Timnas yang ini saya malas menonton. Karena banyak
yang tidak terkenal pemainnya," ucapnya.
Di beberapa kali latihan
Timnas senior, nyaris tidak tampak geliat penggemar ataupun suporter
sepakbola untuk menyaksikan secara langsung latihan setiap pukul 16.00
WIB tersebut. Beda dengan TC Timnas sebelumnya di era Bambang Pamungkas
yang selalu dipadati penonton dan penggemar. (irb)
