
Pedagang mengaku bingung menjual kostum tiruan Timnas Indonesia saat tim Merah Putih berhadapan dengan klub Inter Italia dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (26/5) malam.
"Kami bingung menyediakan kostum tiruan tim Indonesia, kami lebih banyak menjual kostum tiruan pemain-pemain Inter Milan, apalagi sewaktu pertandingan pertama hari Kamis kemarin agak sepi pembeli," ujar Marwan, salah seorang pedagang di Jalan Pintu I Senayan Jakarta.
Marwan yang mengaku tinggal di daerah Kalibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengungkapkan, dalam mengantisipasi laga persahabatan internasional ini para pedagang dan pembuat kaus bingung karena tim yang dihadapkan dengan Inter tak mempunyai asal-usul yang jelas.
Berbeda dengan pada masa-masa sebelumnya, ujarnya, nama-nama pemain timnas sudah populer dan dikenal masyarakat sehingga para pembuat kaus tinggal membubuhkan nomor punggung pemain.
"Untuk timnas yang sekarang ini para pembuat kaos juga tidak tahu siapa saja pemainnya dan berapa nomor punggungnya. Akibatnya kita lebih banyak menjual kostum warna merah hanya dengan tulisan 'Indonesia', tapi kurang begitu laku, saya juga heran," tuturnya.
Marwan yang mengaku sudah sering berjualan di tempat yang sama ketika ada event besar menambahkan, kostum warna merah bertuliskan 'Indonesia' tersebut ternyata kurang diminati pembeli, sebaliknya justru kostum warna kombinasi biru-hitam yang merupakan warna khas I Nerazzurri lebih laris terjual.
"Lumayan banyak yang terjual, Mas. Saya membawa dua kodi kaus Inter Milan sudah habis terjual. Nama Zanetti dan Milito yang paling laku, tinggal nama-nama lain yang tersisa. Orang masih banyak yang mencari nama Zanetti, tapi stok kita sudah habis," ujar pria asal Sumatra berusia 34 tahun tersebut.
Kurang larisnya replika kostum tim Indonesia seperti dikatakan Marwan cukup beralasan. Tim Indonesia Plus yang berhadapan Inter pada Sabtu malam ternyata memakai kostum warna merah hanya dengan lambang Garuda dan nomor punggung, tetapi tanpa nama pemain dan juga tanpa tulisan 'Indonesia'. (Ant/OL-10)
"Kami bingung menyediakan kostum tiruan tim Indonesia, kami lebih banyak menjual kostum tiruan pemain-pemain Inter Milan, apalagi sewaktu pertandingan pertama hari Kamis kemarin agak sepi pembeli," ujar Marwan, salah seorang pedagang di Jalan Pintu I Senayan Jakarta.
Marwan yang mengaku tinggal di daerah Kalibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengungkapkan, dalam mengantisipasi laga persahabatan internasional ini para pedagang dan pembuat kaus bingung karena tim yang dihadapkan dengan Inter tak mempunyai asal-usul yang jelas.
Berbeda dengan pada masa-masa sebelumnya, ujarnya, nama-nama pemain timnas sudah populer dan dikenal masyarakat sehingga para pembuat kaus tinggal membubuhkan nomor punggung pemain.
"Untuk timnas yang sekarang ini para pembuat kaos juga tidak tahu siapa saja pemainnya dan berapa nomor punggungnya. Akibatnya kita lebih banyak menjual kostum warna merah hanya dengan tulisan 'Indonesia', tapi kurang begitu laku, saya juga heran," tuturnya.
Marwan yang mengaku sudah sering berjualan di tempat yang sama ketika ada event besar menambahkan, kostum warna merah bertuliskan 'Indonesia' tersebut ternyata kurang diminati pembeli, sebaliknya justru kostum warna kombinasi biru-hitam yang merupakan warna khas I Nerazzurri lebih laris terjual.
"Lumayan banyak yang terjual, Mas. Saya membawa dua kodi kaus Inter Milan sudah habis terjual. Nama Zanetti dan Milito yang paling laku, tinggal nama-nama lain yang tersisa. Orang masih banyak yang mencari nama Zanetti, tapi stok kita sudah habis," ujar pria asal Sumatra berusia 34 tahun tersebut.
Kurang larisnya replika kostum tim Indonesia seperti dikatakan Marwan cukup beralasan. Tim Indonesia Plus yang berhadapan Inter pada Sabtu malam ternyata memakai kostum warna merah hanya dengan lambang Garuda dan nomor punggung, tetapi tanpa nama pemain dan juga tanpa tulisan 'Indonesia'. (Ant/OL-10)
