Niat Sriwijaya FC untuk menjauhkan diri dari kejaran Persipura,
terjadi. Saat menjamu PSAP Sigli di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang,
Minggu (6/5), tim berjuluk Laskar wong Kito menang dengan skor
meyakinkan 3-1.
Pada paruh waktu awal ini SFC bermain cukup rapi. Selain mampu
mendominasi mereka juga nampak sangat menikmati pertandingan dengan
memainkan bola dari kaki ke kaki.
Empat menit laga berjalan, tuan rumah mendapatkan peluang emas. Siswanto berhasil mencuri bola dari kaki pemain belakang PSAP. Dia lalu menggiringnya ke sisi kiri, kemudian mengirim umpan datar ke tengah lapangan. Sayang, assist-nya itu gagal dimaksimalkan oleh Keith Kayamba. SFC baru benar-benar memecah kebuntuan di menit 10. Thierry Gathuessi yang melakukan overlap mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari sebuah serangan balik Gathuessi dengan cepat menyodorkan bola kepada Kayamba yang kemudian membawanya ke sisi kanan. Umpan silang datar lalu dilepaskan oleh penyerang 39 tahun itu dan disambut tendangan keras oleh Gathuessi. Kiper M. Sabani sempat memblok, tapi karena laju yang terlalu deras si kulit bundar tetap masuk ke dalam gawang.
Kecolongan satu gol, PSAP bermain lebih disiplin. Taktik itu cukup sukses, Laskar Wong Kito jadi lebih sulit mengembangkan permainan serta menghasilkan peluang.
Dengan kondisi itu kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan. Sehingga sampai turun minum skor 1-0 untuk SFC tetap bertahan.
Empat menit laga berjalan, tuan rumah mendapatkan peluang emas. Siswanto berhasil mencuri bola dari kaki pemain belakang PSAP. Dia lalu menggiringnya ke sisi kiri, kemudian mengirim umpan datar ke tengah lapangan. Sayang, assist-nya itu gagal dimaksimalkan oleh Keith Kayamba. SFC baru benar-benar memecah kebuntuan di menit 10. Thierry Gathuessi yang melakukan overlap mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari sebuah serangan balik Gathuessi dengan cepat menyodorkan bola kepada Kayamba yang kemudian membawanya ke sisi kanan. Umpan silang datar lalu dilepaskan oleh penyerang 39 tahun itu dan disambut tendangan keras oleh Gathuessi. Kiper M. Sabani sempat memblok, tapi karena laju yang terlalu deras si kulit bundar tetap masuk ke dalam gawang.
Kecolongan satu gol, PSAP bermain lebih disiplin. Taktik itu cukup sukses, Laskar Wong Kito jadi lebih sulit mengembangkan permainan serta menghasilkan peluang.
Dengan kondisi itu kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan. Sehingga sampai turun minum skor 1-0 untuk SFC tetap bertahan.
Ketika laga di babak kedua berjalan 11 menit, gol yang dinanti pun
akhirnya tiba. Berawal dari sepak pojok Firman Utina, M. Sabani, kiper
melakukan kesalahan. Upaya menepis bola justru mengalirkan bola ke
gawang sendiri sekaligus membuat SFC unggul 2-0.
Namun keunggulan itu belum membuat Laskar Wong Kito puas. Dengan semangat yang masih membara, Ponaryo cs. akhirnya bisa memperpanjang keunggulan lewat gol Firman Utina pada menit ke-69 sebelum ditipiskan Sekou Camara dari titik putih pada menit ke-83.
Dengan kemenangan 3-1, Sriwijaya FC mantap dipuncak dengan koleksi 51 poin atau nggul tiga poin dari Persipura yang membuntuti di tangga kedua. Sementara itu, hasil ini membuat PSAP harus puas tetap berada di posisi 17 dengan poin 21.
Namun keunggulan itu belum membuat Laskar Wong Kito puas. Dengan semangat yang masih membara, Ponaryo cs. akhirnya bisa memperpanjang keunggulan lewat gol Firman Utina pada menit ke-69 sebelum ditipiskan Sekou Camara dari titik putih pada menit ke-83.
Dengan kemenangan 3-1, Sriwijaya FC mantap dipuncak dengan koleksi 51 poin atau nggul tiga poin dari Persipura yang membuntuti di tangga kedua. Sementara itu, hasil ini membuat PSAP harus puas tetap berada di posisi 17 dengan poin 21.
