Kalah di pertandingan bergengsi memang sangat menyakitkan. Hal itu pula
yang dirasakan skuad Persisam Putra, usai ditekuk Persiba Balikpapan
dalam partai berbalut Derby Borneo, Kamis (24/5) sore lalu. Gol tunggal
Kenji Adachihara di awal permainan, tak mampu dibalas Crsitain Gonzales
dkk meski mampu menguasai permainan. Wasit disebut sebagai biang
kekalahan, karena beberapa kali keputusannya sangat merugikan Persisam
Putra.
Namun semua kekesalan harus dilupakan. Eka Ramdani dkk kini fokus pada pertandingan di depan mata, yaitu bentrok dengan Persegres Gresik di Stadion Segiri. Kemenangan jadi suatu hal yang wajib diraih, guna mengembalikan kepercayaan suporter pada kualitas tim ini.
Sejak awal kompetisi, tak ada yang meragukan kalau skuad Pesut Mahakam adalah salah satu tim penghuni papan atas. Materi pemain berlabel bintang, jadi salah satu acuannya.
“Sekarang kami tak boleh lagi memandam rasa tak nyaman setelah dikalahkan Persiba. Anak-anak harus konsentrasi penuh dipertandingan besok sore (sore ini, Red),” kata manajer tim Coeng Agus Setiawan, saat dikonfirmasi .
Pemain memang diminta meningkatkan konsentrasi. Tak hanya sebelum pertandingan, tetapi juga saat pertandingan berjalan. Pasalnya dari gol yang bersarang dan berujung pada kekalahan, semuanya terjadi akibat kurangnya konsentrasi pemain. Saat tur Jatim menghadapi Arema Indonesia, gol kemenangan lawan terjadi di 10 menit jelang pertandingan berakhir tepatnya di menit 81. Sementara saat dikalahkan Persela Lamongan, gol lawan terjadi di 10 menit awal atau di menit 6. Lawan Persiba, gol Kenji justru terjadi lebih cepat, yaitu di menit 3.
“Pelatihpun sudah mengingatkan pada pemain tentang masalah ini. Itulah sebannya dalam beberapa hari latihan, termasuk tadi sore (kemarin, sore, Red) dalam latihan terakhir, Misha Radovic terus meminta kepada pemainnya meningkatkan konsentrasi,” imbuhnya.
Disinggung mengenai kekuatan Persegres, Coeng menilai tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut tim tangguh. Meski baru saja dikalahkan Mitra Kukar dengan skor telak 1-4, Coeng tak mau menjadikan hal tersebut sebagai patokan.
“Pada putaran pertama, kita berhasil menahan imbang mereka. Tapi grafik permainan sebuah tim di tiap pertandingan selalu berubah. Makanya kami sangat mewaspadai kebangkitan mereka saat bertemu kita,” pungkasnya. (upi)
Namun semua kekesalan harus dilupakan. Eka Ramdani dkk kini fokus pada pertandingan di depan mata, yaitu bentrok dengan Persegres Gresik di Stadion Segiri. Kemenangan jadi suatu hal yang wajib diraih, guna mengembalikan kepercayaan suporter pada kualitas tim ini.
Sejak awal kompetisi, tak ada yang meragukan kalau skuad Pesut Mahakam adalah salah satu tim penghuni papan atas. Materi pemain berlabel bintang, jadi salah satu acuannya.
“Sekarang kami tak boleh lagi memandam rasa tak nyaman setelah dikalahkan Persiba. Anak-anak harus konsentrasi penuh dipertandingan besok sore (sore ini, Red),” kata manajer tim Coeng Agus Setiawan, saat dikonfirmasi .
Pemain memang diminta meningkatkan konsentrasi. Tak hanya sebelum pertandingan, tetapi juga saat pertandingan berjalan. Pasalnya dari gol yang bersarang dan berujung pada kekalahan, semuanya terjadi akibat kurangnya konsentrasi pemain. Saat tur Jatim menghadapi Arema Indonesia, gol kemenangan lawan terjadi di 10 menit jelang pertandingan berakhir tepatnya di menit 81. Sementara saat dikalahkan Persela Lamongan, gol lawan terjadi di 10 menit awal atau di menit 6. Lawan Persiba, gol Kenji justru terjadi lebih cepat, yaitu di menit 3.
“Pelatihpun sudah mengingatkan pada pemain tentang masalah ini. Itulah sebannya dalam beberapa hari latihan, termasuk tadi sore (kemarin, sore, Red) dalam latihan terakhir, Misha Radovic terus meminta kepada pemainnya meningkatkan konsentrasi,” imbuhnya.
Disinggung mengenai kekuatan Persegres, Coeng menilai tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut tim tangguh. Meski baru saja dikalahkan Mitra Kukar dengan skor telak 1-4, Coeng tak mau menjadikan hal tersebut sebagai patokan.
“Pada putaran pertama, kita berhasil menahan imbang mereka. Tapi grafik permainan sebuah tim di tiap pertandingan selalu berubah. Makanya kami sangat mewaspadai kebangkitan mereka saat bertemu kita,” pungkasnya. (upi)

