Arema FC hanya mempunyai satu pilihan kala meladeni Kitchee FC
pada babak 16 besar Piala AFC di Tseung Kwan O Sports Ground,Hong
Kkong,Rabu (23/5) sore.
Pilihan yang mereka miliki
hanyalah menang karena pertandingan di babak ini tidak berlaku
home-away. Tak pelak,tim berjuluk Singo Edan itu harus bertarung
habis-habisan untuk bisa mengalahkan tuan rumah.Sebagai tim
underdog,Arema FC sejatinya sama sekali tak diunggulkan pada laga
ini.Maklum, dari sisi teknis maupun non teknis,Arema harus mengakui
keunggulan Kitchee FC.
Selain lolos sebagai juara grup F,Kitchee
juga otomatis bertindak sebagai tuan rumah. Kualitas tim juga
disebut-sebut masih berada di atas Arema.Satu-satunya keuntungan Arema
hanyalah faktor Pelatih Dejan Antonic yang sudah tak asing dengan
suasana sepak bola Hong Kong.Apalagi, Kitchee FC pernah dilatihnya pada
medio 2005-2008.Alhasil,Dejan sudah memiliki referensi tentang kondisi
Hong Kong.
Arema juga mengalami grafik signifikan pada dua
pertandingan terakhir fase grup Piala AFC dengan mengalahkan Ayeyawady
United dan Navibank Saigon. Walau laga ini sangat emosional dan reuni
bagi Dejan,pelatih asal Serbia ini menganggap faktor dirinya bukan
syarat mutlak timnya bisa menang.Dia mengatakan, Kitchee mempunyai semua
keunggulan pada pertandingan ini,sehingga Arema harus habis-habisan
untuk bisa memenangi pertarungan.
”Saya paham benar sepak bola
di sini. Tapi,kekuatan Kitchee tentu sudah banyak berubah dan sekarang
semakin maju.Kami harus berupaya keras dan menganggap pertandingan ini
yang terakhir,”jelas Dejan. Dejan pantas was-was pada pertandingan
ini.Selain menghadapi tekanan publik tuan rumah,dia juga melihat
pasukannya tidak komplet.Tiga kekuatan utama harus terpinggirkan, yakni
Andrew Barisic dan Fariz Bagus Dinata (akumulasi kartu kuning),serta
Gunawan Dwi Cahyo yang cedera panjang.
Formasi 4-2-3-1 yang
sukses diterapkan di Piala AFC kemungkinan bakal kembali dipakai.Jika
Krasic dan Eka kurang fit, kemungkinan Anggo Julian bakal menemani Roman
Chmelo sebagai gelandang. Sedangkan untuk mengganjal posisi Fariz,
pemain muda Sadam Tenang atau Chaerul Rifan bisa dijajal.
Lini
depan agak sedikit memusingkan karena Barisic selama ini menjadi
satusatunya skuad yang menjanjikan sebagai striker tunggal.Purwanto atau
Jaya Teguh Angga yang telah pulih dari cedera mungkin bakal dipaksakan
main walau selama ini berstatus sebagai pemain pengganti. ●kukuh
setyawan

