
Skill tinggi ternyata tidak cukup memikat jika tanpa dibarengi kondisi fisik yang bagus. Kejadian ini harus diterima Andre Barata. Pemain asal Brazil ini tidak dikontrak oleh Arema dengan berbagai alasan.
Masuknya dua asing asing plus kemungkinan tambahan satu asing membuat peluang Barata menipis. Sebab saat ini yang dibutuhkan manajemen adalah sosok yang punya kemampuan goal getter yang sangat bagus. Dan Andre Barata hanya memenuhi kriteria playmaker, padahal di posisi yang sama sudah disesaki pemain lokal,
Tidak dikontraknya Andre Barata juga murni keputusan dari Joko Susilo. "Andre Barata tidak dikontrak karena rekomendasi saya. Meski secara skill dia sangat bagus namun fisik dia kurang dan itu pertimbangan pertama. Yang kedua dia baru saja datang di Indonesia dan hanya bisa menggunakan bahasa Brasil. Karena Marcio sudah pergi, kami sangat kesulitan berkomuniukasi dengan dia" Kata Joko usai memimpin anak buahnya latihan di Gajayana pagi tadi.
Pelatih yang sudah lama di Arema itu mengungkapkan jika lamanya Andre di Arema mengikuti TC dan latihan adalah upaya manajemen untuk meningkatkan fisiknya, namun upaya itu terbilang gagal karena kondisi fisik Andre tidak juga meningkat. "Kita harus memprioritaskan pemain yang sangat siap menghadapi putaran kedua" jelas Joko.
Menurut Joko, sudah pengalaman jika pemain yang baru masuk di Indonesia tidak bisa langsung tokcer beradaptasi, "Lihat saja Roman Chmelo, dia baru bagus di tahun kedua, sama seperti Udo Fortune yang bagus ketika bermain di luar Arema di tahun kedua. Nah kondisi sekarang Arema menginginkan hasil cepat untuk mendongkrak posisi tim. Jadi kami mengambil resiko minimal jika mengontraknya" lanjut Joko.
