Share |

Persidafon vs Persipura = 1-1 , Anak Danau Imbangi Anak Pantai


Pertandingan antara persidafon vs persipura bukan sekedar derby papua , Pertandingan ini lebih tepat disebut derby jayapura sebab kedua tim sama-sama bermarkas di jayapura . Topografi markas kedua tim tersebut yang jadi pembeda . Persidafon jayapura bermarkas di stadion barnabas youwe yang berdekatan dengan danau sentani sedangkan persipura jayapura bermarkas di stadiun mandala yang bersebelahan langsung dengangan laut lepas . Alhasil pertandingan sore ini kerap disebut laga anak danau vs anak pantai .
Pada laga yang berlangsung di Stadion Barnabas Youwe (SBY) Hawai Sentani ibu kota Kabupaten Jayapura-Papua markas anak danau itu, kedua tim bermain saling menyerang. Persipura tidak menurunkan duet penyerang maut mereka, Titus Bonay (Tibo) dan Boas Solosa yang selama ini turut mempengaruhi ‘roh’ Persipura pada laga krusial.
Kendati di babak pertama, Persipura Jayapura yang dimotori Albeto Gonzalves, Lukas Mandowen dan Tinus Pae, ngotot menghasilkan gol, harus terhambat di barisan pertahanan belakang Persidafon yang dikawal Izak Wanggai, Rasmoyo dan Andri Ibo. Bahkan tim besutan Jackson F. Tiago justru lebih ‘menggurui’ tim tuan rumah Persidafon. Ini terlihat dari data statistik sebelas kali peluang Persipura di babak pertama, namun harus mental alias tidak menghasilkan gol.


Kebuntuan itu mulai nampak setelah Persipura Jayapura harus tertinggal 0-1, setelah striker Persidafon, Patrick Wanggai menggetarkan jala gawang Persipura di menit 25 yang dikawal Yoo Jae Hoon. Kepuasan anak asuh Sergei Dubrovin hanya bertahan 1 menit. Ini setelah di menit 26, Persipura menyamakan kedudukan 1-1 melalui kaki Zah Rahan Krangar. Kedudukan sama kuat bertahan hingga wasit Suharto dari Jakarta menyudahi babak pertama dengan skor imbang 1-1.


Di babak kedua, dua tim saling menyerang untuk memenangkan pertandingan. Sayang ambisi kedua tim itu, harus diwarnai dengan permainan kasar hingga wasit Suharto harus mengeluarkan kartu kuning bagi kedua tim, masing-masing Yohanes Tjoe dan Gerald Pangkali (Persipura) dan Patrick Wanggai dan Andri Ibo (Persidafon).
Pengamat sepakbola Papua, Nico Dimo menilai, duet Persidafon vs Persipura menarik untuk ditonton, karena kedua tim saling menyerang, alias ‘jual beli’ pertandingan. Khusus pertahanan belakang Persipura yang kurang dikoordinir dengan baik, Nico Dimo menilai terletak pada faktor Bio Paulin yang kurang tenang.


“Persipura masih bermain liar. Faktor Bio menjadi penyebabnya,” bilang mantan penjaga gawang Persipura era 70-an itu di Stadion SBY Sentani Kabupaten Jayapura.
Share on Google Plus

About 12paz