
Walau mulai awal musim 2011/2012 logo PT. Freeport sudah terpampang di kostum Persipura Jayapura, namun ternyata penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak baru akan dilakukan hari ini (17/04) di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura.
Thamrin Sagala, Sekretaris Umum Persipura Jayapura, menegaskan bahwa perjanjian untuk kerjasama selam Satu musim ini terpaksa baru bisa ditandatangani saat ini karena ada prosedural yang begitu ketat dari PT. Freeport. “Perjanjian bisa terjadi di pertengahan musim karena PT. Freeport selain harus membahas ditingkat lokal mereka juga harus membahas ke tingkat Jakarta bahkan hingga Newyork (USA), jadi demikian rumit hal ini, mulai dari bahasa, soal kandungan konten dari perjanjian ini maka kita mengikuti kemauan mereka,” ucapnya kepada wartawan di Kantor Walikota pada Senin (16/04).
Sebelumnya, menurut Thamrin ada perjanjian lisan antara manajemen Tim Mutiara Hitam dengan PT. Freeport, dan mereka komit mendukung Persipura, maka dari awal musim logo Freeport sudah ada dikostum persipura walau pada awal angka pastinya belum ada.
Berbelitnya prosedural yang diinginkan PT. Freeport guna menjadi sponsor Persipura dijelaskan Thamrin sangat memakan waktu lama, bahkan menurutnya Draft kerjasama yang akan ditandatangani adalah Draft ke-7 yang pihaknya kirimkan ke manajemen Perusahaan tambang kelas dunia tersebut.
Mengenai jumlah angka kerjasamanya, Thamrin menolak untuk menyebutkannya, dan ia hanya megatakan Jumlah dari perjanjian ini sangat berarti bagi Persipura. Meskipun musim ini Persipura hanya sampai Playoff LCA ia menyebut biaya operasional yang dibutuhkan berkisar hingga Rp. 35 Miliar, dimana tahun lalu Persipura yang bermain sampai Perempat Final AFC Cup Persipura menghabiskan anggaran hingga Rp. 40 Miliar.
“Tetapi bila digabung semua kontribusi dari pada sponsor-sponsor tersebut itu pasti belum cukup, maka Persipura masih harus berjuang untuk mencari biaya lain untuk menutup hal itu, yang jelas butuh dukungan dari berbagai pihak,” imbuhnya lagi.
Thamrin Sagala, Sekretaris Umum Persipura Jayapura, menegaskan bahwa perjanjian untuk kerjasama selam Satu musim ini terpaksa baru bisa ditandatangani saat ini karena ada prosedural yang begitu ketat dari PT. Freeport. “Perjanjian bisa terjadi di pertengahan musim karena PT. Freeport selain harus membahas ditingkat lokal mereka juga harus membahas ke tingkat Jakarta bahkan hingga Newyork (USA), jadi demikian rumit hal ini, mulai dari bahasa, soal kandungan konten dari perjanjian ini maka kita mengikuti kemauan mereka,” ucapnya kepada wartawan di Kantor Walikota pada Senin (16/04).
Sebelumnya, menurut Thamrin ada perjanjian lisan antara manajemen Tim Mutiara Hitam dengan PT. Freeport, dan mereka komit mendukung Persipura, maka dari awal musim logo Freeport sudah ada dikostum persipura walau pada awal angka pastinya belum ada.
Berbelitnya prosedural yang diinginkan PT. Freeport guna menjadi sponsor Persipura dijelaskan Thamrin sangat memakan waktu lama, bahkan menurutnya Draft kerjasama yang akan ditandatangani adalah Draft ke-7 yang pihaknya kirimkan ke manajemen Perusahaan tambang kelas dunia tersebut.
Mengenai jumlah angka kerjasamanya, Thamrin menolak untuk menyebutkannya, dan ia hanya megatakan Jumlah dari perjanjian ini sangat berarti bagi Persipura. Meskipun musim ini Persipura hanya sampai Playoff LCA ia menyebut biaya operasional yang dibutuhkan berkisar hingga Rp. 35 Miliar, dimana tahun lalu Persipura yang bermain sampai Perempat Final AFC Cup Persipura menghabiskan anggaran hingga Rp. 40 Miliar.
“Tetapi bila digabung semua kontribusi dari pada sponsor-sponsor tersebut itu pasti belum cukup, maka Persipura masih harus berjuang untuk mencari biaya lain untuk menutup hal itu, yang jelas butuh dukungan dari berbagai pihak,” imbuhnya lagi.
