
PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin akhirnya memberi lampu hijau bagi pemain-pemain Liga Super Indonesia (ISL) untuk memperkuat Tim Merah Putih. Namun PSSI membantah langkah ini merupakan buntut dari kedatangan kembali pelatih, Alfred Riedl.
"Bukan karena Alfred Riedl. Sebelum kongres Palangkaraya juga sudah ada wacana tersebut, jadi ini tindak lanjutnya," kata Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, Selasa, 10 April 2012.
Riedl merupakan pelatih yang menangani timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu. Meski hanya mampu membawa Indonesia merebut runner up, Riedl bisa membangkitkan kembali euforia tim Merah Putih.
Kedatangan Riedl merupakan undangan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Pelatih asal Austria itu kembali didaulat untuk menangani timnas senior dengan durasi kontrak selama dua tahun.
Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Minggu lalu, Riedl menegaskan akan memanggil seluruh pemain terbaik yang ada di negeri ini. Riedl mengaku tidak akan berlaku diskriminatif terhadap pemain-pemain yang berasal dari kompetisi tertentu.
Hanya berselang dua hari setelah Riedl tiba di Jakarta, PSSI pimpinan Djohar mengeluarkan keputusan mengejutkan. Melalui Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong, PSSI memilih untuk membuka pintu bagi pemain ISL masuk timnas.
Langkah ini berbeda dengan sikap PSSI Djohar sebelumnya yang melarang pemain ISL memperkuat timnas. PSSI beralasan kalau mereka hanya menjalankan instruksi FIFA.
Pada Kongres Tahunan di Palangkaraya beberapa waktu lalu, PSSI terkesan belum sepenuh hati memberikan pengakuan terhadap klub-klub ISL. Lewat forum tersebut PSSI berniat mengakui keberadaan ISL asal mau memenuhi 5 syarat yang diminta.
Klub-klub ISL menolak mentah-mentah usulan tersebut. Bahkan dengan tegas mereka milih untuk tetap berada di bawah PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti yang terpilih lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012.
"Pada prinsipnya mereka adalah klub yang masih di bawah PSSI. Kami siap ambil resiko memperjuangkan mereka agar kembali ke jalan yang benar. Kongres (Palangkaraya) sudah mengakui, jadi tidak ada lagi breakaway league," beber Bernhard.
"Bukan karena Alfred Riedl. Sebelum kongres Palangkaraya juga sudah ada wacana tersebut, jadi ini tindak lanjutnya," kata Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, Selasa, 10 April 2012.
Riedl merupakan pelatih yang menangani timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu. Meski hanya mampu membawa Indonesia merebut runner up, Riedl bisa membangkitkan kembali euforia tim Merah Putih.
Kedatangan Riedl merupakan undangan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Pelatih asal Austria itu kembali didaulat untuk menangani timnas senior dengan durasi kontrak selama dua tahun.
Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Minggu lalu, Riedl menegaskan akan memanggil seluruh pemain terbaik yang ada di negeri ini. Riedl mengaku tidak akan berlaku diskriminatif terhadap pemain-pemain yang berasal dari kompetisi tertentu.
Hanya berselang dua hari setelah Riedl tiba di Jakarta, PSSI pimpinan Djohar mengeluarkan keputusan mengejutkan. Melalui Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong, PSSI memilih untuk membuka pintu bagi pemain ISL masuk timnas.
Langkah ini berbeda dengan sikap PSSI Djohar sebelumnya yang melarang pemain ISL memperkuat timnas. PSSI beralasan kalau mereka hanya menjalankan instruksi FIFA.
Pada Kongres Tahunan di Palangkaraya beberapa waktu lalu, PSSI terkesan belum sepenuh hati memberikan pengakuan terhadap klub-klub ISL. Lewat forum tersebut PSSI berniat mengakui keberadaan ISL asal mau memenuhi 5 syarat yang diminta.
Klub-klub ISL menolak mentah-mentah usulan tersebut. Bahkan dengan tegas mereka milih untuk tetap berada di bawah PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti yang terpilih lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012.
"Pada prinsipnya mereka adalah klub yang masih di bawah PSSI. Kami siap ambil resiko memperjuangkan mereka agar kembali ke jalan yang benar. Kongres (Palangkaraya) sudah mengakui, jadi tidak ada lagi breakaway league," beber Bernhard.
