
Kesedihan masih terlihat jelas di raut wajah skuad Tim Nasional Indonesia U-21 saat menginjakkan kaki di bandara internasional Soekarno-Hatta, Minggu 11 Maret 2012. Kegagalan di partai final Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2012 masih menyisakan kekecewaan di benak Andik Vermansyah dan kawan-kawan.
Setelah keluar bandara sekitar pukul 14.00 WIB, para pemain tersebut langsung bergegas ke dalam bus yang disediakan pihak PSSI. Tidak ada satupun pemain yang bersedia diwawancara oleh wartawan. Mereka hanya melemparkan senyum, dan menyapa seperlunya hingga masuk bus.
"Mereka masih kecewa. Setelah pertandingan kemarin mereka sangat kecewa. Makanya kami terus kasih motivasi. Tanpa meremehkan yang lain, dari awal mereka merasa yakin bisa menang," ujar pelatih kiper Timnas U-21, Edi Harto.
Kekalahan 0-2 yang dialami Timnas U-21 dari Brunei Darussalam di final HBT 2012 memang mengejutkan. Indonesia yang lebih difavoritkan, di luar dugaan mampu ditaklukkan Brunei. Tuan rumah juga mencatat rekor dengan merebut gelar internasional pertama dalam sejarah sepakbola internasional.
Pelatih Timnas U-21, Widodo Cahyono Putro, mengatakan kekalahan dari Brunei merupakan pukulan telak bagi skuadnya. Namun ia tidak mau melimpahkan kesalahan kepada pemain. Widodo mengatakan, banyak faktor yang melatarbelakangi kekalahan tersebut.
"Jangan hanya melihat dari hasilnya. Anak-anak sudah maksimal. Kita harus lihat juga masa persiapan tim ini dibentuk. Mereka baru dikumpulkan satu bulan lebih dua minggu. Itu sebetulnya tidak ideal. Tapi bagaimanapun, saya tidak mau menjadikan ini alasan kegagalan," ujar Widodo.
"Kami memang kalah pengalaman dalam bertanding. Anak-anak juga kebawa emosi ingin cepat-cepat bikin gol. Pada partai final seperti itu, siapa yang lengah, dia pasti kalah. Dan kita kalah dari Brunei. Pengalaman bertanding yang kurang juga membuat anak-anak gugup," tuntas Widodo.
