
Ujian berat bakal dilalui skuadra Singo Edan saat menantag tuan rumah Pelita Jaya FC di Stadion Singaperbangsa Karawang sore nanti. Lini depan Arema terancam tampil melempem tanpa kehadiran Marcio Souza yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Selama ini, klub berlogo kepala singa memang sangat bergantung pada ketajaman bomber asal Brasil yang sudah menyumbang tujuh gol tersebut. Tak heran bila Marcio absen, daya dobrak Singo Edan pun kontan diragukan. Tengok saja saat pemilik nomor punggung 10 itu absen kala tim menjamu PSAP Sigli, Arema dipaksa bermain imbang 0-0 menghadapi tamu asal Nangroe Aceh Darussalam tersebut.
Arema sejatinya sudah mendapat tambahan amunisi bomber seiring bergabugnya Sunarto. Sayang, tenaga striker asal Pakis itu belum bisa dimaksimalkan lantaran belum juga mendapat pengesahan dari PT Liga Indonesia (LI). Opsi yang kini dimiliki tim pelatih tinggal memaksimalkan stok penyerang yang ada.
Di barisan ujung tombak, klub berlogo kepala singa masih memiliki legiun asal Argentina, Rodrigo Santoni. Sekalipun tak kunjung mencetak gol, head coach karekater Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo agaknya masih memberi kesempatan kepada mantan striker Persikabo Bogor tersebut untuk menjadi pengganti Marcio. “Saya harus tetap optimis dengan kemampuan dia sebagai striker asing. Dia juga bertekad habis-habisan dan saya inngin dia membuktikannya,” terang Gethuk.
Santoni sendiri sebetulnya baru saja pulih dari cedera hamstring. Cederan kambuhan tersebut bahkan membuat pemilik nomor punggung 15 itu absen di tiga laga uji coba terakhir yang dilakoni Singo Edan. Masing-masing saat menghadapi Perseka Kademangan, Persekam Metro FC dan PS Kaki Mas.
Selain pemain berusia 30 tahun tersebut, Arema juga masih memiliki stok bomber lain meliputi Boy Jati Asmara, Agung Suprayogi dan Beny Kristian. Ketiganya juga diboyong dalam lawatan ke Karawang kali ini. Mengandalkan pola 4-3-3, Boy berpeluang masuk starter untuk menyokong pergerakan Santoni dari sektor sayap kanan.
Sedangkan Agung dan Beny sendiri jelas tengah on fire bila sore nanti juga dimainkan. Dua pemain lokal Malang tersebut sama-sama menunjukkan ketajamannya di uji coba terakhir. Hal itu tentu menjadi modal berharga bagi Gethuk untuk mengutak-atik komposisi lini depannya. (tom/jon)
Selama ini, klub berlogo kepala singa memang sangat bergantung pada ketajaman bomber asal Brasil yang sudah menyumbang tujuh gol tersebut. Tak heran bila Marcio absen, daya dobrak Singo Edan pun kontan diragukan. Tengok saja saat pemilik nomor punggung 10 itu absen kala tim menjamu PSAP Sigli, Arema dipaksa bermain imbang 0-0 menghadapi tamu asal Nangroe Aceh Darussalam tersebut.
Arema sejatinya sudah mendapat tambahan amunisi bomber seiring bergabugnya Sunarto. Sayang, tenaga striker asal Pakis itu belum bisa dimaksimalkan lantaran belum juga mendapat pengesahan dari PT Liga Indonesia (LI). Opsi yang kini dimiliki tim pelatih tinggal memaksimalkan stok penyerang yang ada.
Di barisan ujung tombak, klub berlogo kepala singa masih memiliki legiun asal Argentina, Rodrigo Santoni. Sekalipun tak kunjung mencetak gol, head coach karekater Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo agaknya masih memberi kesempatan kepada mantan striker Persikabo Bogor tersebut untuk menjadi pengganti Marcio. “Saya harus tetap optimis dengan kemampuan dia sebagai striker asing. Dia juga bertekad habis-habisan dan saya inngin dia membuktikannya,” terang Gethuk.
Santoni sendiri sebetulnya baru saja pulih dari cedera hamstring. Cederan kambuhan tersebut bahkan membuat pemilik nomor punggung 15 itu absen di tiga laga uji coba terakhir yang dilakoni Singo Edan. Masing-masing saat menghadapi Perseka Kademangan, Persekam Metro FC dan PS Kaki Mas.
Selain pemain berusia 30 tahun tersebut, Arema juga masih memiliki stok bomber lain meliputi Boy Jati Asmara, Agung Suprayogi dan Beny Kristian. Ketiganya juga diboyong dalam lawatan ke Karawang kali ini. Mengandalkan pola 4-3-3, Boy berpeluang masuk starter untuk menyokong pergerakan Santoni dari sektor sayap kanan.
Sedangkan Agung dan Beny sendiri jelas tengah on fire bila sore nanti juga dimainkan. Dua pemain lokal Malang tersebut sama-sama menunjukkan ketajamannya di uji coba terakhir. Hal itu tentu menjadi modal berharga bagi Gethuk untuk mengutak-atik komposisi lini depannya. (tom/jon)
