
Kekalahan 4-1 yang dialami PSMS Medan saat bersua tuan rumah Persidafon Jayapura memupuskan harapan ‘Ayam Kinantan’ untuk mengamankan poin di kandang lawan. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Bas Youwe Kabupaten Jayapura, Rabu (7/3), gol kemenangan tuan rumah tercipta lewat Ferinando Pahabol (14,72), Alan Aronggear (17) dan Eric Bayemi (33). Sementara gol hiburan tim tamu tercipta lewat kesekusi penalti Luiz Pena dimenit ke-50.
Menanggapi kekalahan timnya, menejer PSMS Medan, Benny Tomasoa mengakui jika Persidafon memang layak menang dilaga kali ini. Izac Wanggai dkk berhasil menampilkan permainan yang lebih baik.
“Kami memang hanya datang dengan 14 pemain. Namun kami tidak ingin itu jadi alasan atas kekalahan kami. Harus diakui jika lawan memang bermain lebih baik. Tapi kami juga sudah bermain maksimal, terutama dibabak kedua,” kata Benny Tomasoa usai laga seraya menambahkan kalau babak pertama tim Ayam Kinantan bermain agak lambat.
Dilaga menghadapi Persidafon PSMS Medan terlihat cenderung bertahan dan menunggu melakukan serang balik dibabak pertama. Nanti setelah babak kedua barulah tim ‘Ayam Kinantan’ mulai berani keluar untuk menyerang.
“Dibabak pertama kami memang mengalami tekanan dan tidak tampil lepas. Namun itu bukan berarti kami pasrah. Sebab dibabak kedua pemain kami mulai berani keluar menyerang dan mengimbangin permainan lawan. Jadi kami memang lambat star,” tandas Benny Tomasoa.
Dari kubu tuan rumah, meski berhasil menang telak dilaga kali ini, namun bukan berarti permainan yang ditampilkan tim asuhan Sergei Dubrovin itu telah maksimal. Assiten pelatih Persidafon, Edy Sukamto mengatakan, masih banyak hal yang harus dibenahi dalam timnya.
“Kami bersyukur dengan hasil kali ini dan usaha maksimal dari pemain untuk memangkan pertandingan. Namun bukan berarti tidak ada lagi celah yang perlu dibehai ditim kami. Masih ada beberapa kekurangan yang harus kami perbaiki,” ucap Edy Sukamto.
Selain itu dikatakannya, keputusan pelatih untuk memainkan pola 3-5-2 dan menurunkan pemain muda diawal laga merupakan keputusan tepat karena tim bisa tampil lebih agresif.
“Strategi yang kami gunakan tadi memang sudah teruji saat bertandang ke kandang Persiba Balikpapan lalu. Meski saat itu kami turun dengan pemain muda, namun kami bisa mengamanka tiga poin,” terang Edy Sukamto.
Menanggapi kekalahan timnya, menejer PSMS Medan, Benny Tomasoa mengakui jika Persidafon memang layak menang dilaga kali ini. Izac Wanggai dkk berhasil menampilkan permainan yang lebih baik.
“Kami memang hanya datang dengan 14 pemain. Namun kami tidak ingin itu jadi alasan atas kekalahan kami. Harus diakui jika lawan memang bermain lebih baik. Tapi kami juga sudah bermain maksimal, terutama dibabak kedua,” kata Benny Tomasoa usai laga seraya menambahkan kalau babak pertama tim Ayam Kinantan bermain agak lambat.
Dilaga menghadapi Persidafon PSMS Medan terlihat cenderung bertahan dan menunggu melakukan serang balik dibabak pertama. Nanti setelah babak kedua barulah tim ‘Ayam Kinantan’ mulai berani keluar untuk menyerang.
“Dibabak pertama kami memang mengalami tekanan dan tidak tampil lepas. Namun itu bukan berarti kami pasrah. Sebab dibabak kedua pemain kami mulai berani keluar menyerang dan mengimbangin permainan lawan. Jadi kami memang lambat star,” tandas Benny Tomasoa.
Dari kubu tuan rumah, meski berhasil menang telak dilaga kali ini, namun bukan berarti permainan yang ditampilkan tim asuhan Sergei Dubrovin itu telah maksimal. Assiten pelatih Persidafon, Edy Sukamto mengatakan, masih banyak hal yang harus dibenahi dalam timnya.
“Kami bersyukur dengan hasil kali ini dan usaha maksimal dari pemain untuk memangkan pertandingan. Namun bukan berarti tidak ada lagi celah yang perlu dibehai ditim kami. Masih ada beberapa kekurangan yang harus kami perbaiki,” ucap Edy Sukamto.
Selain itu dikatakannya, keputusan pelatih untuk memainkan pola 3-5-2 dan menurunkan pemain muda diawal laga merupakan keputusan tepat karena tim bisa tampil lebih agresif.
“Strategi yang kami gunakan tadi memang sudah teruji saat bertandang ke kandang Persiba Balikpapan lalu. Meski saat itu kami turun dengan pemain muda, namun kami bisa mengamanka tiga poin,” terang Edy Sukamto.
