
PSMS harus menerima kenyataan pahit kekalahan di depan publik sendiri, Stadion Teladan Medan. Dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) malam ini, Gresik United menebar luka dengan kemenangan 1-0 hasil gol mantan punggawa PSMS, Gustavo Chena, di menit 51.
Gresik tampil cukup tenang malam tadi berbanding terbalik dengan tuan rumah yang tampil agresif. Tiga menit laga berjalan, James Koko Lomell menerobos kotak penalti, namun Markus Horison lebih sigap. Menit keenam, gantian PSMS mengancam namun usaha In kyun Oh masih mampu diamankan kiper Gresik, Heri Prasetya.
Jual beli serangan terjadi. Tim besutan Raja Isa memainkan bola pendek dari kaki ke kaki yang berujung umpan terobosan ke kotak penalti. Namun di menit 13, kesalahan barisan belakang PSMS disambar Chena yang melepaskan tembakan spekulasi. Namun belum mengarah ke gawang.
Laga sempat terhenti di menit 16 karena beberapa lampu stadion mati yang menyebabkan penerangan berkurang. Laga sempat dihentikan selama delapan menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Menit 39, Saha mendapat bola di kotak penalti namun kembali ia menyia-nyiakan peluang. Begitu juga usaha Dong Soo yang melebar dan tak satupun gol tercipta hingga turun minum.
Gebrakan langsung dilancarkan PSMS saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Kemelut di depan gawang Gresik terjadi dan dengan kawalan ketat, Saha menyontek bola yang masih mampu diamankan Heri. Menit 51 serangan balik Gresik akhirnya berbuah petaka untuk PSMS.
Chena mendapat ruang tembak di luar kotak penalti. Gelandang asal Argentina itu pun melesakkan tembakan ke sudut kiri yang gagal dihalau Markus. Tertinggal satu gol, PSMS coba bangkit dengan melakukan tiga pergantian untuk memperbaiki performa tim, yakni memasukkan Arie Priyatna, Anton Samba, dan Denny Rumba.
Namun pertahanan Laskar Jaka Samudera sulit ditembus. Bahkan Gresik berpeluang menambah gol di menit 60. Gaston mendapat umpan lolos di kotak penalti. Namun tendangannyamengenai tiang kiri gawang Markus.
Frustrasi tak bisa mencetak gol, para pemain PSMS pun terpancing emosi. Alhasil dua kartu merah dikeluarkan wasit Aeng Suarlan untuk Choy Dong Soo dan Marwan Sayedeh, pemain pengganti Gresik. Tiga angka akhirnya menjadi milik Gresik. Menanggapi kekalahan skuadnya, Pelatih Raja Isa mengaku bertanggung jawab.
"Hari ini kita kalah. Sebagai pelatih, saya tanggung jawab atas kekalhan ini. Ini sulit diterima publik Medan. Soal wasit saya tidak mau komentar. Ada sekitar 8-12 peluang yang kita punya tapi kita terburu-buru," ujarnya.
"Persoalan kita hadapi masih sama. Menghadapi tim dengan cukup pengalaman seperti Uston dan Anang Ma’ruf mereka mampu mempermainlan suasana. Inilah sepakbola. Saya kan perbaiki ke depannya," pungkasnya.
(dat06/wol)
