
Adu strategi dengan kualitas individu pemain terbaik dimasing-masing klub bakal jadi sajian menarik dalam Super Big Match Derby Mahakam pada Jum’at sore di Stadion Segiri Samarinda.
Persisam jelas tidak ingin kecolongan lagi karena sudah dua kali tim Pesut Mahakam menderita kekalahan di kandang sendiri. Yang pertama kalah 1-4 versus Pelita Jaya, dan yang terakhir saat menjamu Persela Lamongan dengan skor 0-1.
Ada hal yang harus diwaspadai kubu Persisam dari permainan Mitra Kukar ketika serangan mereka dapat dibendung, yaitu freekick atau tendangan bebas.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, gol-gol penentu kemenangan Mitra dihasilkan dari set piece bola mati. Ahmad Bustomi dan Nemanja Obric adalah spesialis penyuplai bola mati. Sedangkan Hamka Hamzah, Marcus Bent, Jajang Mulyana, Anindito yang menyelesaikan umpan tersebut. Untuk freekick langsung ke arah gawang lebih sering diambil oleh Nemanja Obric.
Persisam sendiri memiliki algojo tendangan bebas yang cukup baik. Nama-nama seperti Ronald Fagundes, Eka Ramdhani, maupun Srdjan Lopicic biasa bergantian sebagai penyuplai. Tapi lemahnya penyelesaian akhir kubu Persisam dalam beberapa pertandingan terakhir bisa jadi masalah yang harus cepat diantisipasi Daniel Rukito untuk pertandingan ini.
Saya sendiri melihat permainan terbaik Persisam adalah saat pekan ketiga kala menjamu juara bertahan Persipura 13 Desember tahun lalu yang berkesudahan dengan skor 3-1. Artinya sudah dua bulan berlalu.
Dan Jum’at sore nanti saat yang tepat untuk Persisam mengembalikan kepercayaan Pusamania kepada Daniel Rukito. Derby selalu diisi dengan sarat gengsi dalam segala lini. Dekatnya jarak antara Samarinda-Tenggarong menjadi penghangat suasana didalam dan luar lapangan.
Apapun hasil pertandingan nanti yang terpenting adalah dukungan Pusamania selalu untuk Persisam dan hubungan persaudaraan yang baik dengan Mitman juga harus tetap dijaga.
Persisam jelas tidak ingin kecolongan lagi karena sudah dua kali tim Pesut Mahakam menderita kekalahan di kandang sendiri. Yang pertama kalah 1-4 versus Pelita Jaya, dan yang terakhir saat menjamu Persela Lamongan dengan skor 0-1.
Ada hal yang harus diwaspadai kubu Persisam dari permainan Mitra Kukar ketika serangan mereka dapat dibendung, yaitu freekick atau tendangan bebas.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, gol-gol penentu kemenangan Mitra dihasilkan dari set piece bola mati. Ahmad Bustomi dan Nemanja Obric adalah spesialis penyuplai bola mati. Sedangkan Hamka Hamzah, Marcus Bent, Jajang Mulyana, Anindito yang menyelesaikan umpan tersebut. Untuk freekick langsung ke arah gawang lebih sering diambil oleh Nemanja Obric.
Persisam sendiri memiliki algojo tendangan bebas yang cukup baik. Nama-nama seperti Ronald Fagundes, Eka Ramdhani, maupun Srdjan Lopicic biasa bergantian sebagai penyuplai. Tapi lemahnya penyelesaian akhir kubu Persisam dalam beberapa pertandingan terakhir bisa jadi masalah yang harus cepat diantisipasi Daniel Rukito untuk pertandingan ini.
Saya sendiri melihat permainan terbaik Persisam adalah saat pekan ketiga kala menjamu juara bertahan Persipura 13 Desember tahun lalu yang berkesudahan dengan skor 3-1. Artinya sudah dua bulan berlalu.
Dan Jum’at sore nanti saat yang tepat untuk Persisam mengembalikan kepercayaan Pusamania kepada Daniel Rukito. Derby selalu diisi dengan sarat gengsi dalam segala lini. Dekatnya jarak antara Samarinda-Tenggarong menjadi penghangat suasana didalam dan luar lapangan.
Apapun hasil pertandingan nanti yang terpenting adalah dukungan Pusamania selalu untuk Persisam dan hubungan persaudaraan yang baik dengan Mitman juga harus tetap dijaga.
