
Pelatih Pelita Rahmad Darmawan akan bertemu mantan anak asuhnya seperti Tony Sucipto, Aliyudin, Muhammad Ilham, Mohammad Nasuha, Jendri Pitoy serta Jajang Sukmara.
Lalu di Pelita kini ada tiga mantan penggawa Persib. Mereka adalah Edi Hafid Murtado, Erik Setiawan dan Dedi Kusnandar. Jajang dan Edi bahkan sama-sama menimba ilmu di Saint Prima di mana RD menjadi satu pelatihnya.
Di beberapa musim terakhir, pertandingan selalu berlangsung seru. Skor kemenangan tipis menjadi ciri khas dalam perang saudara ini.
Musim lalu contohnya. Ketika menjadi tuan rumah, Maung Bandung menang 1-0. Kemudian saat bertandang ke kandang Pelita, Persib menang 2-1. Lalu dua musim yang lalu, Persib dan Pelita saling mengalahkan dengan skor 2-1.
Musim ini materi kedua tim berubah. Di Persib ada pelatih asal Kroasia Drago Mamic dan di Pelita ada mantan pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan atau RD.
Ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua pelatih. Karena RD disebut-sebut akan menjadi pelatih Maung Bandung di awal musim. Namun karena memilih konsen di timnas, Persib memilih Drago sebagai arsitek Persib musim ini.
Materi kedua tim pun mentereng. Di Persib ada banyak pemain timnas serta pemain asing berkualitas. Sementara di Pelita dihuni pemain-pemain naturalisasi.
Pemain belakang Persib Bandung Jajang Sukmara bisa jadi ditempatkan sebagai bek kanan saat Maung Bandung bersua Pelita Jaya Karawang malam ini. Baginya, menjadi bek kanan atau kiri tak menjadi masalah.
Jika tetap menjadi bek kiri, Jajang akan head to head dengan bek kanan Pelita Jaya yang juga merupakan mantan pemain Persib, Edi Hafid Murtado. Edi bukan merupakan pemain yang asing bagi Jajang. Kedua pemain ini sama-sama pemain yang dibina oleh Akademi Sepak bola Saint Prima.
Jajang pun mengaku senang bisa bertemu Edi di lapangan. "Senang bisa bermain bersama tapi dalam keadaan berbeda tim," ucap pemain yang sudah menyumbangkan satu gol untuk Persib musim ini.
Namun Jajang tetap akan berlaku profesional. Kawan di luar, namun di dalam lapangan kawannya harus bisa diredam dan ditaklukkan. "Kalau sudah di lapangan dan berbeda kaus tim, kami akan profesional," tutur pemain asal Soreang ini.
jadi , siapakah penguasa jawa barat sesungguhnya ???
