
Tim Arema Indonesia berhasil meraih satu poin saat melawat ke kandang Mitra Kukar, Minggu (5/2/2012) sore. Dalam laga lanjutan Indonesia Super League, di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kalimantan, Singo Edan berhasil menahan seri tuan rumah dengan skor 2-2.
Sejak pertandingan dimulai, kedua tim tampil menekan. Arema unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 6 menit lewat pemain belakang Semme Patrick. Tuan rumah akhirnya membalas di menit 16. Gol tim berjuluk Naga Mekes ini tercipta melalui titip penalti. Eksekutor tuan rumah Nemanja Obrick, sukses menggetarkan gawang Arema yang di jaga Yuwanto Benny.
Skor sama kuat, kedua tim terus menunjukkan peragaan sepakbola menyerang. Sentuhan demi sentuhan yang diperagakan Achmad Bustomi, Abdul Gamal, Anindito dan Zulham Zamrun, membuat pertahanan Arema kewalahan. Lini belakang Mitra Kukar yang dipandegani mantan pemain Arema, Pieter Njanka, menjadi tembok kokoh pertahanan Naga Mekes.
Arema nyaris menggandakan kedudukan di menit-menit akhir babak pertama. Sayangnya, umpan crossing Arif Arianto, gagal disambut Boy Jati Asmara. Bola liar tak mampu dikonversi menjadi gol oleh Boy Jati. Hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir, kedudukan tetap imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Mitra Kukar asal Inggris Simon McMenemy, mengubah gaya permainan dan melakukan rotasi beberapa pemain. Hasilnya, Mitra Kukar sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-1 di menit 50. Gola tercipta berkat umpan jauh menuju target man, Saktiawan Sinaga. Sakti yang berlari kencang, memenangi sprint dan melepaskan umpan kemelut gawang Arema.
Anindito yang berlari kencang dari belakang, sukses mencocor bola dan membawa tuan rumah unggul sementara. Anindito terpaksa harus mendapatkan kartu kuning akibat selebrasinya yang dianggap berlebihan. Kecolongan satu gol membuat anak asuh Joko Susilo mencoba membalas. Hasilnya, selang dua menit kemudian, Marcio Souza membuat suporter tuan rumah Mit Man terdiam.
Tandukan Souza memanfaatkan sepakan pojok, tak bisa dihalau kiper lawas Joice Sorongan. Meski dikawal sejumlah pemain Mitra Kukar, Souza yang meloncat tinggi, sukses menyambut bola dan merubah kedudukan menjadi 2-2. Tensi pertandingan pun meninggi. Guna meraih poin penuh, Simon McMenemy coba menarik keluar beberapa pemainnya. Abdul Gamal yang bermain efektif sejak babak pertama, digantikan Mahadirga Lasut. Sedang saktiawan Sinaga, ditarik keluar dan digantikan Jajang Mulyana.
Permainan pun makin menarik. Dua gelandang tuan rumah Achmad Bustomo dan Dirga Lasut, berkali-kali menjadi kreator Naga Mekes dibantu sang kapten Hamka Hamzah yang kerap maju membantu serangan, membuat pertahanan Arema harus jatuh bangun menahan gempuran tuan rumah. Namun, hingga menit 80, serangan demi serangan kedua tim masih gagal berbuah gol.
Naga Mekes yang terkenal cerdik dan lihai membuat gol di sepuluh menit terakhir, justru tak mampu mengembangkan gaya permainannya. Sebaliknya, Singo Edan beberapa kali mengancam gawang Joice Sorongan. Arema nyaris merubah skor andai umpan crossing Ferry Aman Saragih di menit 70, mampu dimanfaatkan Arif Arianto dengan baik.
Ferry yang sudah lepas dari pengawalan bek kanan pertahanan Mitra Kukar, akhirnya melepaskan umpan tepat di depan mulut gawang Joice Sorongan. Arif yang berlari kencang, gagal menyambut umpan manis Ferry. Bola liar di mulut gawang, tak bisa dikonfersi gol meski posisi Arif, tinggal menendang bola.
Skor sama kuat membuat pertandingan bertensi tinggi. Di menit 84, Steve Hesket harus diganjar kartu kuning lantaran bersitegang dengan Jajang Mulyana. Bodi kontak keduanya, membuat Jajang juga menerima kartu kuning pertama. Sampai akhir pertandingan selesai, kedudukan imbang 2-2 menyudahi laga tersebut. Sukses menahan seri Mitra Kukar, membuat Arema Indonesia berhasil meraih satu poin setelah pada tour Kalimantan sebelumnya, Arema dipermalukan Persisam Samarinda dengan skor 2-0. [but]
Sejak pertandingan dimulai, kedua tim tampil menekan. Arema unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 6 menit lewat pemain belakang Semme Patrick. Tuan rumah akhirnya membalas di menit 16. Gol tim berjuluk Naga Mekes ini tercipta melalui titip penalti. Eksekutor tuan rumah Nemanja Obrick, sukses menggetarkan gawang Arema yang di jaga Yuwanto Benny.
Skor sama kuat, kedua tim terus menunjukkan peragaan sepakbola menyerang. Sentuhan demi sentuhan yang diperagakan Achmad Bustomi, Abdul Gamal, Anindito dan Zulham Zamrun, membuat pertahanan Arema kewalahan. Lini belakang Mitra Kukar yang dipandegani mantan pemain Arema, Pieter Njanka, menjadi tembok kokoh pertahanan Naga Mekes.
Arema nyaris menggandakan kedudukan di menit-menit akhir babak pertama. Sayangnya, umpan crossing Arif Arianto, gagal disambut Boy Jati Asmara. Bola liar tak mampu dikonversi menjadi gol oleh Boy Jati. Hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir, kedudukan tetap imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Mitra Kukar asal Inggris Simon McMenemy, mengubah gaya permainan dan melakukan rotasi beberapa pemain. Hasilnya, Mitra Kukar sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-1 di menit 50. Gola tercipta berkat umpan jauh menuju target man, Saktiawan Sinaga. Sakti yang berlari kencang, memenangi sprint dan melepaskan umpan kemelut gawang Arema.
Anindito yang berlari kencang dari belakang, sukses mencocor bola dan membawa tuan rumah unggul sementara. Anindito terpaksa harus mendapatkan kartu kuning akibat selebrasinya yang dianggap berlebihan. Kecolongan satu gol membuat anak asuh Joko Susilo mencoba membalas. Hasilnya, selang dua menit kemudian, Marcio Souza membuat suporter tuan rumah Mit Man terdiam.
Tandukan Souza memanfaatkan sepakan pojok, tak bisa dihalau kiper lawas Joice Sorongan. Meski dikawal sejumlah pemain Mitra Kukar, Souza yang meloncat tinggi, sukses menyambut bola dan merubah kedudukan menjadi 2-2. Tensi pertandingan pun meninggi. Guna meraih poin penuh, Simon McMenemy coba menarik keluar beberapa pemainnya. Abdul Gamal yang bermain efektif sejak babak pertama, digantikan Mahadirga Lasut. Sedang saktiawan Sinaga, ditarik keluar dan digantikan Jajang Mulyana.
Permainan pun makin menarik. Dua gelandang tuan rumah Achmad Bustomo dan Dirga Lasut, berkali-kali menjadi kreator Naga Mekes dibantu sang kapten Hamka Hamzah yang kerap maju membantu serangan, membuat pertahanan Arema harus jatuh bangun menahan gempuran tuan rumah. Namun, hingga menit 80, serangan demi serangan kedua tim masih gagal berbuah gol.
Naga Mekes yang terkenal cerdik dan lihai membuat gol di sepuluh menit terakhir, justru tak mampu mengembangkan gaya permainannya. Sebaliknya, Singo Edan beberapa kali mengancam gawang Joice Sorongan. Arema nyaris merubah skor andai umpan crossing Ferry Aman Saragih di menit 70, mampu dimanfaatkan Arif Arianto dengan baik.
Ferry yang sudah lepas dari pengawalan bek kanan pertahanan Mitra Kukar, akhirnya melepaskan umpan tepat di depan mulut gawang Joice Sorongan. Arif yang berlari kencang, gagal menyambut umpan manis Ferry. Bola liar di mulut gawang, tak bisa dikonfersi gol meski posisi Arif, tinggal menendang bola.
Skor sama kuat membuat pertandingan bertensi tinggi. Di menit 84, Steve Hesket harus diganjar kartu kuning lantaran bersitegang dengan Jajang Mulyana. Bodi kontak keduanya, membuat Jajang juga menerima kartu kuning pertama. Sampai akhir pertandingan selesai, kedudukan imbang 2-2 menyudahi laga tersebut. Sukses menahan seri Mitra Kukar, membuat Arema Indonesia berhasil meraih satu poin setelah pada tour Kalimantan sebelumnya, Arema dipermalukan Persisam Samarinda dengan skor 2-0. [but]
