
Hal ini terungkap setelah manajemen Persipura menerima fax surat balasan AFC yang ditujukan kepada PSSI. Dalam surat PSSI kepada AFC tertanggal 29 November lalu, PSSI meminta agar keikutsertaan Persipura dibabak play off LCA 2012 mendatang digantikan Arema Indonesia atau juara tiga Liga Indonesia musim lalu, Persija Jakarta.
Namun dalam surat balasannya, AFC menolak usulan itu karena sesuai regulasi kompetisi LCA dan AFC Cup 2012, klub yang harus wakil Indonesia pada AFC club adalah juara dan runner up, dan Persipura bersama Arema Indonsia adalah klub yang terpilih sesuai dengan entry forms resmi yang diserahkan PSSI kepada AFC.
Sehingga jika Persipura tidak bisa berpartisipasi pada AFC club kompetisi 2012 maka, Persija Jakarta tidak bisa menggantikan Persipura. Namun Arema Indonesia tetap bisa ikut AFC Cup. AFC juga mengharpakan agar pada 1 Desember lalu, PSSI mengkonfirmasih apakah Persipura akan mengambil bagian dalam babak play off LCA. Dan jika Persipura tidak bersedia ikut serta maka tidak ada peserta dari Indonesia yang akan ikut pada babak play off LCA.
Menanggapi hal ini manajemen Persipura yang terdiri dari Katua Umum, Benhur Tommy Mano, Manejer Tim, Rudy Maswi, Ketua Harian, La Sya, dan Sekertaris Umum, Thamrin Sagala langsung menggelar konferensi pers, Jumat malam (2/12).
“Kami tadi baru menerima fax surat dari AFC dimana isi surat itu menjawab surat yang dibuat oleh PSSI kepada AFC tentang pembatalan Persipura untuk mengikuti LCA. Jadi kami menjelaskan semuanya agar masyarakat Papua tahu dan tidak ada persepsi yang salah,” kata Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano.
Menurutnya, Yang ingin menjatuhkan Persipura adalah PSSI karena Persipura tidak ikut Liga Prima Indonesia (LPI) yang digelar PSSI. Jadi ini bukan kesalahan manajemen Persipura. “PSSI yang berusaha membuat agar Persipura tidak ikut LCA padahal ini adalah hak Persipura. Itu sudah jelas dalam surat AFC,” tandas Mano.
Sementara itu Ketua Harian Persipura, La Sya mengungkapkan, yang nantinya harus bertanggung jawab jika nantinya Persipura tidak bisa ikut LCA adalah PSSI. “Jadi kalau dikatakan siapa yang paling bertanggung jawab jika nantinya Persipura tidak ikut LCA itu PSSI. Bukan La Sya atau Thamrin Sagala,” ujar La Sya.
Namun dikatakannya, 1 Desember lalu Persipura telah mengirim kepada sekjen PSSI untuk diteruskan ke AFC mengenai kesiapan mereka ikut LCA. “Kesedian kami juga saat itu disertai dengan beberapa argumen antara lain, bahwa kami bertandingan terakhir saat AFC Cup leg kedua dia Arbil 27 September lalu. Juara turnamen Pra Musim SCTV Cup dan IIC 30 dan 26 November," katanya.
Selain itu, kata La Sya, juga disampaikan kesiapan Persipura tidak hanya masalah teknik, namun juga masalah keuangan dan kami sudah lauching tim pada 28 November dan didukung tujuh sponsor, PT FI, PT Telkomsel, PT. Bosowa Berlian Motor, PT. Bank Papua, PT. Garuda Indonesia, CV Divas Global Inter Price dan Speec.
“Surat itu juga kami tembuskan kepada sekertaris general AFC dan juga Departemen Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, dan CO Liga Indonesia. Mudah-mudahan setelah menerima surat itu mereka tahu kalau Persipura mau ikut serta. Sebab pasti PSSI akan mengabari AFC bahwa Persipura tidak bersedia karena menurut PSSI ISL adalah liga haram,” tandas La Sya.
Sementara itu Sekertaris Umum Persipura, Thamrin Sagal mengatakan, jika Persipura tidak bisa bermain di LCA karena kebohongan PSSI tentu ada prosedr hukum yang akan ditempuh manajemen. “Nyatanya sesuai dengan surat mereka kepada AFC, Persipura seolah-olah tidak bersedia bertanding di LCA. Jadi kami tidak akan diam. Karena kalau kita diam maka kita menyatakan kita bersalah kepada masyarakat kita di Papua khususnya. Kami akan buktikan. Jadi kami jangan digertak dan ditakut-takuti kami,” tegas Thamrin Sagala.
Menurutnya, Jika berlalu begitu saja tentu Persipura akan berada pada sudut yang salah, padahal ini adalah bohong besar dan rekayasa semata. Namun AFC tidak bisa direkayasa karena lembaga sepak bola internasional yang fair dan tidak bisa dipengaruhi siapun seperti diIndonesia. “Jangan mencoba merekayasa agar Persija atau Arema yang maju. Mereka punya hak, namun Persipura juga punya hak dan jangan mengambil hak Persipura. Lami akan menempuh prosedur hukum yang berlaku karena Persipura taat akan regulasi, statuta dan hasil kongres,” kata Thamrin
Manajer Persipura, Rudy Mawsi mengatakan, selama ini pengurus Persipura selalu mengambil keputusan bersama. “Jadi kami harapkan jika bicara harus ada fakta kalau hanya bicara secara lisan tidak tepat. Kali ini kami bicara karena ada bukti,” tandas Rudy Maswi. (Jubi/Arjuna)
