

KETERBATASAN sarana jadi alasan Stadion Lebak Bulus, Jakarta, dipakai di SEA Games XXVI. Padahal, permukaannya keras dan sebenarnya tak layak.
Meski terlihat hijau, permukaan lapangan Stadion Lebak Bulus sangat keras. Namun, panpel tidak punya alternatif stadion lain yang lebih layak untuk menggelar hajatan SEA Games XXVI.
"Seharusnya tidak di Stadion Lebak Bulus. Permukaannya terlalu keras. Bahkan, awalnya rumput stadion yang musim lalu jadi markas Persija Jakarta itu terlalu tebal. Sebelum pertandingan kami potong dan tersisa 3 cm dari permukaan tanah sesuai aturan," terang Deputi Sekjen PSSI Mursyid WK.
"Masalhnya, tidak ada lagi stadion alternatif yang layak dipakai untuk menggelar SEA Games XXVI. Mau tidak mau, kami pakai Stadion Lebak Bulus walau permukaannya terlalu keras," lanjur Mursyid.
Meski begitu, pelatih Brunei Darussalam Dayem bin haji Ali mengaku tidak masalah dengan kondisi lapangan di Stadion Lebak Bulus. Menurut Dayem, kondisi lapangan di Brunei tidak jauh berbeda sehingga ia tidak kaget saat mendapat lapangan dengan permukaan yang keras.
"Tidak ada masalah dengan lapangan keras. Di Brunei, kondisinya tidak jauh berbeda. Jadi, kami sudah biasa memakai lapangan seperti di Stadion Lebak Bulus," pungkas Dayem.
