
MANAJEMEN Mitra Kukar benar-benar berduka atas ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan mereka langsung membatalkan agenda launching serta syukuran tim, yang rencananya dilaksanakan pada Senin (27/11) malam ini. Sebagai gantinya, malam tadi bertempat di mess pemain, manajemen serta anggota Mitra Mania (Mitman) mengadakan acara doa bersama untuk menolak bala, agar musibah menjauh dari Kukar.
"Jelas kami tak bisa mengadakan launching tim dalam situasi berduka. Kami dari manajemen sangat terpukul dengan musibah tersebut, terlebih ada anggota suporter meninggal dunia. Makanya kami langsung mengganti agenda dengan berkumpul di mess pemain, sekaligus membaca doa tolak bala," terang Bendahara Mitra Kukar Riza Saadjid.
Tak hanya membaca doa tolak bala dan untuk korban yang tewas pada musibah tersebut, manajemen Mitra Kukar juga akan mendatangi kediaman keluarga anggota Mitman. Bantuan akan diberikan kepada keluarga korban, sebagai bentuk simpati manajemen serta anggota suporter lainnya.
"Apa yang kami berikan memang tak bisa menggantikan kesedihan keluarga anggota Mitman yang jadi korban. Tapi inilah salah satu bentuk perhatian kami, sebagai keluarga besar Mitra Kukar dan Mitman. Kami berharap keluarga korban tabah dalam menghadapi musibah ini," harapnya.
Sementara itu, beberapa agenda lain Mitra Kukar pun bakal dibatalkan. Salah satunya rencana uji coba di Stadion Aji Imbut, jelang kompetisi bergulir. Manajemen pun masih memikirkan bagaimana caranya pemain bisa tetap latihan, saat jembatan yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang tersebut terputus.
"Masalah bagaimana pemain latihan belum kami pikirkan serius. Kalaupun tak bisa latihan di Aji Imbut, pemain bisa menggunakan Stadion Rondong Demang untuk sementara waktu. Yang jelas saya berharap pemain tetap fokus pada latihan, meski musibah besar tengah melanda Kukar," ucapnya. (upi/nin)
"Jelas kami tak bisa mengadakan launching tim dalam situasi berduka. Kami dari manajemen sangat terpukul dengan musibah tersebut, terlebih ada anggota suporter meninggal dunia. Makanya kami langsung mengganti agenda dengan berkumpul di mess pemain, sekaligus membaca doa tolak bala," terang Bendahara Mitra Kukar Riza Saadjid.
Tak hanya membaca doa tolak bala dan untuk korban yang tewas pada musibah tersebut, manajemen Mitra Kukar juga akan mendatangi kediaman keluarga anggota Mitman. Bantuan akan diberikan kepada keluarga korban, sebagai bentuk simpati manajemen serta anggota suporter lainnya.
"Apa yang kami berikan memang tak bisa menggantikan kesedihan keluarga anggota Mitman yang jadi korban. Tapi inilah salah satu bentuk perhatian kami, sebagai keluarga besar Mitra Kukar dan Mitman. Kami berharap keluarga korban tabah dalam menghadapi musibah ini," harapnya.
Sementara itu, beberapa agenda lain Mitra Kukar pun bakal dibatalkan. Salah satunya rencana uji coba di Stadion Aji Imbut, jelang kompetisi bergulir. Manajemen pun masih memikirkan bagaimana caranya pemain bisa tetap latihan, saat jembatan yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang tersebut terputus.
"Masalah bagaimana pemain latihan belum kami pikirkan serius. Kalaupun tak bisa latihan di Aji Imbut, pemain bisa menggunakan Stadion Rondong Demang untuk sementara waktu. Yang jelas saya berharap pemain tetap fokus pada latihan, meski musibah besar tengah melanda Kukar," ucapnya. (upi/nin)
