
Assiten manager Persidafon Dafonsoro, Iwan Nazaruddin mengatakan, kalau saja PSSI memberikan jawaban yang meyakinkan mengenai bertambahnya jumlah peserta kompetisi dari 18 klub menjadi 24 klub, tentu kondisinya tidak akan seperti sekarang ini.
“Sebenarnya masalahnya sepele, waktu pertemuan verifikasi sudah sepakat 18 tim, namun hari berikutnya tiba-tiba jadi 24 itu yang jadi masalah. Kalau saja mereka memberikan jawaban yang meyakinkan mengenai 6 tim lain yang masuk, maka tidak akan seperti ini. Namun jawaban yang diberikan PSSI mengambang dan tidak jelas,” kata Iwan Nazaruddin, Sabtu kemarin (26/11).
Menurutnya, sepak bola adalah prestasi dan sebuah tim bisa bermain dikompetisi tertinggi karena jenjang prestasi yang dicapai bukan karena tiba-tiba. “Kenapa yang enam tim ini bisa masuk, mereka masuk dari jalur mana? Itu yang dipertanyakan. Itulah sebabnya Persidafon akhirnya memutuskan untuk kembali ke aturan yang sebenarnya dan ikut LSI. Kami hanya ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia, itu saja,” tandas Iwan Nazaruddin.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekertaris Umum Persiwa Wamena, Agus Santoso. Dikataknnya, Persiwa tidak setuju dengan keputusan PSSI yang menambahkan jumlah peserta komepetisi LPI menjadi 24 peserta. “Kami tidak menyetujui keputusan PSSI memasukan enam klub tanpa dasar yang jelas,” kata Agus Santoso.
Menurutnya, Persiwa juga tak setuju dengan keputusan PSSI menonaktifkan LSI dan PT Liga Indonesia karena terkesan sewenang-wenang. “Padahal LSI dengan 18 peserta sudah diakui AFC melalui Kongres Bali. Hal-hal seperti ini yang paling sulit kami terima.,” ujarnya. (Arjuna)
