
elama melakukan ujicoba, walaupun melawan tim yang tidak selevl, tim Singo Edan belum pernah dikalahkan. Saat lawan Persedikap Kediri Arema Indonesia unggul 4-1.
Dalam laga ujicoba tersebut, dibabak pertama, pelatih Arema Milomir Seslija, menurunkan pemain pilar Arema. Ada Ridhuan, Noh Alam Shah dan Roman Chmelo.
di babak pertama, angin segar memihak ke tim berlogo kepala singa itu. Di menit ke 30, Roman Chmelo berhasil membobol pertahanan Persedikap Kediri. Skor menjadi 1-0.
Tak lama setelah gol tersebut, Legimin, pemain yang baru musim ini perkuat Arema, berhasil menyumbangkan gol di menit 32. Hingga babap pertama usai, kedua tim sama-sama tak bisa menambah gol.
Baru di babak kedua, Noh Alam Shah tak ketinggalan ingin meniru Legimin dan Roman. Along berhasil cetak gol di menit ke 67. Sementara, tim lawan yang musim ini akan berlaga di divis satu, tak bisa berbuat banyak.
Malah di menit ke 68, mantan pemain Persema Malang, Jaya Tegu Angga, yang sudah resmi milik Arema berhasil mengembirakan puluhan Aremania yang menontong di pinggir lapangan Agrowisata Kusuma Kota Batu itu. Kedudukan menjadi 4-0.
Perjuangan yang dilakukan pemain Persedikab Kediri, terus dilakukan. Serangan yang kadang juga membuat pemain Arema kalangkabut, sering terjadi. Hasilnya, di menit ke 77, Eko Setyo, berhasil juga memperkecil kekalahannya. Skor akhirnya menjadi 4-1.
Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan masih berpihak pada tim kesayangan Aremania. Kedua tim tak bisa kembali menciptakan gol. "Anak-anak sudah bermain maksimal. Hanya lapangannya yang tidak berpihak," kata Milo, usai pertandingan ujicoba ditemui sejumlah awak media.
Melihat perkembangan anak asuhnya, Milo mengaku sudah siap menjalani kompetisi IPL. "Kita sudah siap ikut kompetisi IPL. Kita optimis, akan bisa tampil maksimal," tegasnya dengan berbahasa Inggris.
Ditanya soal pemain muda yang dididiknya, kini sudah bisa tampil maksimal dan sudah sesuai dengan kemauan Milo. "Pemain mudah sudah mulai tampil maksimal. Saya sanagat suka pemain muda," akunya sembari tersenyum saat diwawancarai puluhan wartawan. [ain/kunberitajatim]
