
“Banyak yang membicarakan soal ini. Saya memang pernah bilang ada persoalan yang harus dibenahi saat tim melawan Persela Lamongan di SCTV Cup lalu. Namun persoalannya tidak hanya lini belakang saja. Namun lini tengah tim tidak punya pemain filter yang bisa memutus serangan saat bertemu penyerang lawan yang agresif, sehingga langsung berhadapan dengan pemain belakang. Jadi saya lihat itu saja,” kata Jacksen F Tiago, Jumat (4/11).
Meski demikian pelatih asal Brazil ini tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Menurutnya, Persipura masih punya beberapa pemain yang berpotensi untuk mengisi posisi itu. Seperti, Imanuel Wanggai, Imanuel Padwa, Stevi Bonsapia, Chistian Uron dan beberapa pemain lainnya. “Saat itu kita hanya punya Gerald Pangkali yang punya power dan energik. Namun kita butuh pemain seperti Wanggai untuk menemaninya. Cristian Uron juga punya potensi tinggal passing yang perlu ditingkatkan dan punya tanggung jawab lebih. Jadi kita tidak butuh pemain belakang,” ujarnya.
Dikatakannya, secara pribadi ia tidak ingin langsung menvonis lini belakang tim asuhannya saat tampil di SCTV Cup lalu. Apalagi saat itu timnya punya waktu untuk recovery. Dalam 3 hari Persipura main 3 kali. “Jadi dengan materi pemain yang ada ini saya lihat untuk Liga Indonesia sudah sangat baik. Namun kalau untuk Asia memang kita butuh pemain yang posturnya lebih tinggi dan berkualitas,” tandas Jacksen F Tiago.
Hal yang senada juga pernah diungkapkan mantan pelatih Persewar Waropen, Robby Maruanaya. Dikatakannya, untuk level Indonesia pemain yang ada saat ini sudah bisa diandalkan. Namun untuk Asia memang butuh penambahan pemain di lini belakang. “Kalau untuk ukuran Indonesia, saya rasa pemain yang ada sudah cukup baik. Namun untuk ukuran Asia Persipura butuh pemain yang lebih berpengalaman lagi,” kata Robby Maraunabeberapa waktu lalu. (ARJUNA)
