
Indonesia bakal pincang saat menjamu Iran pada lanjutan pra-kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa, 15 November. Beberapa pemain pilar timnas tidak fit.
Bahkan dalam sesi jumpa pers di Hotel Sahid, Jakarta, Senin, 14 November pelatih timnas, Wim Rijsbergen, tidak hadir karena sakit. Dia diwakili asisten pelatih Timnas, Liestiadi.
Menurut Liestiadi, sejumlah pemain pilar seperti Cristian Gonzales, Fery Rotinsulu, dan Muhammad Ilham, juga dalam kondisi tak fit. Liestiadi belum bisa memastikan apakah ketiganya dapat turun atau tidak. "Kami akan meminta pertimbangan dokter," katanya.
Masalah lain adalah belum selesainya syarat administrasi dua pemain naturalisasi, Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo. Dua pemain asal Nigeria ini kemungkinan tidak bisa memperkuat Timnas, karena Nigeria belum memberi kepastian.
Indonesia berada di Grup E bersama Iran, Bahrain, dan Qatar. Dalam empat pertandingan sebelumnya, timnas tak sekalipun menang. Hal ini membuat Indonesia berada di dasar grup.
Hasil pertandingan melawan Iran pun tak akan mengubah nasib timnas yang sudah dipastikan tersingkir. Kapten Timnas, Bambang Pamungkas, mengaku kecewa dengan hasil ini. "Kami bisa katakan ini hasil yang memalukan," katanya.
Bambang mengatakan kegagalan ini tak bisa ditimpakan hanya pada pelatih. "Kita semua bertanggung jawab. Mulai dari pelatih, seluruh pemain, dan pengurus," katanya.
Pelatih Iran, Carlos Queiroz, mengaku tidak memandang remeh Indonesia meski mereka pernah mencukur Indonesia 3-0 awal September lalu. Dia justru mengkhawatirkan kebangkitan Indonesia. "Kami juga akan menghadapi penonton fanatik, akan sulit," katanya.
Iran menargetkan untuk meraih tiga poin lawan Indonesia sebagai harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi. "Biar bagaimanapun juga kami siap untuk memberi yang terbaik dan semoga kami bisa membawa tiga poin lagi," lanjut Queiroz. (bs)
