
Komentar kontroversial dikemukakan oleh Direktur LSM SEMPRIT (Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi), Ari Wibowo, tentang timnas senior. Menurutnya, generasi Bambang Pamungkas cs ini sudah mentok prestasinya dan tak bakal bisa mengorbit lebih tinggi lagi, siapapun pelatihnya.
"Ini generasi infotaiment, cuma ngetop di TV tapi secara riil tak banyak koleksi medali dan piala yang diraih," ujarnya , Sabtu (12/11/2011).
Menurut Ari, prestasi timnas Indonesia selama 8 tahun terakhir ini tak pernah beranjak ke level tinggi. Padahal sudah bongkar pasang pemain dan pelatih. "Mana mungkin ada output yang baik jika kualitas kompetisinya tidak baik. Dalam teori produksi, ada input dikonversi menjadi output. Dan proses konversi kematangan seorang pemain adalah dalam sebuah kompetisi. Kompetisi yang dikelola secara kurang baik akan menghasilkan kualitas timnas yang kurang baik pula," paparnya.
Ari mengaku berkomentar seperti ini bukan untuk membela pelatih Wim Rijsbergen. Menurut Ari, pelatih yang timnya terus menerus kalah seperti Wim wajar-wajar saja jika didepak dan diganti pelatih baru untuk penyegaran. "Meski peluang lolos sudah tidak ada, jika di laga sisa bisa membukukan kemenangan setidaknya tetap memberikan kebanggaan pada publik bola di tanah air," katanya.
Dia lantas mengajak semua pihak sadar diri bahwa kelas timnas hanya kompetitif di level Asia Tenggara. "Itupun belum langganan jadi juara. Indonesia belum mampu bersaing di level Asia, dan pasti babak belur di level dunia. Ibarat balap motor, kita ini baru berada di kelas 125 cc, belum 250 cc apalagi 500 cc. Ekspektasi yang berlebihan hanya akan membuat kecewa saja," katanya.
Pengurus PSSI yang sekarang, kata Ari, harus mampu mencetak generasi baru yang lebih kompetitif berlaga di level Asia. Tak perlu bermimpi muluk ikut Piala Dunia. "Empat tahun ke depan PSSI harus memproduksi pemain muda yang bagus melalui kompetisi yang bagus. Target realistis 4 tahun kedepan mampu berbicara di level Asia dulu," katanya.
Regulasi mengurangi slot pemain asing yang semula 5 menjadi 4 pemain, dan kewajiban memasang 3 pemain U21 di daftar line up dimana 1 diantaranya wajib menjadi starter di IPL, menurut Ari, adalah sebuah kebijakan yang cerdas dari PSSI. "Ini akan membuat banyak bibit-bibit bertalenta bagus mendapat kesempatan bermain, dan akan berkembang dengan baik di orbit kompetisi yang bagus karena menjunjung tinggi azas sportivitas dan fairplay. Generasi pemain muda inilah yang di tahun 2015 nanti akan membuat kepak sayap garuda mampu terbang lebih tinggi dari kepakan sebelumnya," paparnya mengakhiri. [butberitajatim]
