
Perjuangan tim nasional (timnas) U-23 Indonesia di SEA Games 2011 tak mudah sejak penyisihan.Tapi, harapan dapat mempersembahkan prestasi terbaik tetap meninggi.Salah satunya datang dari Patrick Steve Wanggai.
Juru gedor milik Persidafon Dafonsoro itu memiliki motivasi melimpah.Apalagi, meski namanya tak setenar Yongki Aribowo atau Titus Bonai di lini depan skuad muda Merah Putih,Patrick tak kalah piawai menjalankan tugas sebagai striker. Buktinya,Rahmad ’RD’ Darmawan tak ragu sering memasang Patrick sebagai bomber utama di starter timnas U-23. Pemuda santun kelahiran Nabire,Papua,27 Juni 1988,ini membayar kepercayaan sang pelatih.Dia jadi ujung tombak tersubur timnas U-23 dan hingga kemarin sudah mengoleksi tujuh gol bagi skuad muda Merah Putih.
”Nomor satu,saya dapat banyak pengalaman berharga di sini (timnas U-23). Selain itu,mental bertanding saya lebih baik lagi.Banyak pengetahuan tentang sepak bola yang saya dapat dari Pak Rahmad,”kata Patrick. Sosok RD yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin sangat dirasakan penyerang yang mengawali karier juniornya bersama PS UNIPA Manokwari ini.Menurut Patrick,peran eks arsitek Persija Jakarta itu tidak hanya sebagai pelatih,juga berperan sebagai sosok ayah. ”Pak Rahmad itu orangnya baik.Saat di dalam lapangan,beliau memang serius.
Tapi,jika ada di luar lapangan,Pak Rahmad seperti sosok ayah buat kami,para pemainnya,”cetus adik kandung pemain Persidafon Isaac Wangai itu. Mendapat kepercayaan membela negara,diakui Patrick,sebagai impian semua pesepak bola.Karena itu, penyerang bertinggi badan 174 cm ini berjanji akan selalu memberikan yang terbaik.Menurut dia,bisa membela negara adalah prestasi tertinggi seorang pesepak bola profesional. ”Saya pasti akan berikan yang terbaik.
Karena saya ingin sekali bermain bersama timnas.Jika ada kesempatan di timnas senior,tentu saya ingin sekali bisa masuk. Setiap pemain Indonesia pasti ingin sekali bermain bersama timnas.Apalagi,jenjang saya sudah dari U-23,tentu ingin bermain di senior,”cetus pemain yang sempat menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Adhitama Nabire itu. Kualitas yang dimiliki Patrick diakui RD.
Walau baru dua bulan menukangi timnas U- 23,pelatih ini sudah mencium kualitas mumpuni dalam diri Patrick.RD pun tak segan melempar pujian kepada pemain ini. ”Kita sudah lama tidak punya penyerang seperti dia (Patrick). Permainannya mengingatkan saya kepada Zaenal Abidin,penyerang asal Malaysia. Jika terus konsisten dan mau belajar,saya bilang dia akan jadi striker top Indonesia,” tutur RD. RD juga mengakui kalau anak pasangan Wanggai Benyamin dan Ita Marini itu punya sejumlah kelebihan.
”Patrick mempunyai beberapa kelebihan sebagai seorang penyerang.Holding bola dia bagus, sama dengan visi bermainnya.Kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup,” tandasnya. DECKY IRAWAN JASRI
Juru gedor milik Persidafon Dafonsoro itu memiliki motivasi melimpah.Apalagi, meski namanya tak setenar Yongki Aribowo atau Titus Bonai di lini depan skuad muda Merah Putih,Patrick tak kalah piawai menjalankan tugas sebagai striker. Buktinya,Rahmad ’RD’ Darmawan tak ragu sering memasang Patrick sebagai bomber utama di starter timnas U-23. Pemuda santun kelahiran Nabire,Papua,27 Juni 1988,ini membayar kepercayaan sang pelatih.Dia jadi ujung tombak tersubur timnas U-23 dan hingga kemarin sudah mengoleksi tujuh gol bagi skuad muda Merah Putih.
”Nomor satu,saya dapat banyak pengalaman berharga di sini (timnas U-23). Selain itu,mental bertanding saya lebih baik lagi.Banyak pengetahuan tentang sepak bola yang saya dapat dari Pak Rahmad,”kata Patrick. Sosok RD yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin sangat dirasakan penyerang yang mengawali karier juniornya bersama PS UNIPA Manokwari ini.Menurut Patrick,peran eks arsitek Persija Jakarta itu tidak hanya sebagai pelatih,juga berperan sebagai sosok ayah. ”Pak Rahmad itu orangnya baik.Saat di dalam lapangan,beliau memang serius.
Tapi,jika ada di luar lapangan,Pak Rahmad seperti sosok ayah buat kami,para pemainnya,”cetus adik kandung pemain Persidafon Isaac Wangai itu. Mendapat kepercayaan membela negara,diakui Patrick,sebagai impian semua pesepak bola.Karena itu, penyerang bertinggi badan 174 cm ini berjanji akan selalu memberikan yang terbaik.Menurut dia,bisa membela negara adalah prestasi tertinggi seorang pesepak bola profesional. ”Saya pasti akan berikan yang terbaik.
Karena saya ingin sekali bermain bersama timnas.Jika ada kesempatan di timnas senior,tentu saya ingin sekali bisa masuk. Setiap pemain Indonesia pasti ingin sekali bermain bersama timnas.Apalagi,jenjang saya sudah dari U-23,tentu ingin bermain di senior,”cetus pemain yang sempat menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Adhitama Nabire itu. Kualitas yang dimiliki Patrick diakui RD.
Walau baru dua bulan menukangi timnas U- 23,pelatih ini sudah mencium kualitas mumpuni dalam diri Patrick.RD pun tak segan melempar pujian kepada pemain ini. ”Kita sudah lama tidak punya penyerang seperti dia (Patrick). Permainannya mengingatkan saya kepada Zaenal Abidin,penyerang asal Malaysia. Jika terus konsisten dan mau belajar,saya bilang dia akan jadi striker top Indonesia,” tutur RD. RD juga mengakui kalau anak pasangan Wanggai Benyamin dan Ita Marini itu punya sejumlah kelebihan.
”Patrick mempunyai beberapa kelebihan sebagai seorang penyerang.Holding bola dia bagus, sama dengan visi bermainnya.Kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup,” tandasnya. DECKY IRAWAN JASRI
