Share |

Persija lakukan Gugatan Pidana


Kasus Persija Jakarta sepertinya belum akan reda. Ketua Umum Persija Ferry Paulus telah berancang-ancang untuk melakukan gugatan pidana dan perdata kepada PSSI, menyusul keputusan otoritas sepak bola Indonesia yang memenangkan PT Persija Jaya yang dimotori Hadi Basalamah.

”Kita tunggu saja deadline ultimatum yang sudah kami berikan kepada PSSI. Selain ke AFC dan ke FIFA kami juga akan polisikan PSSI dengan kasus perampokakn Persija ini,” ujar Togar Manahan Nero, kuasan hukum PT Persija Jaya Jakarta (PJJ) yang dipimpin Ferry Paulus, kemarin.

Sebelumnya, PT PJJ sempat melayangkan gugatan ke PSSI yang meminta otoritas sepak bola itu menganulir kembali keputusannya yang telah memenangkan PT PJ. Untuk mempertegas maksudnya itu, kubu Ferry memberi batas waktu kepada PSSI selama tiga hari (hari ini, Red) untuk membuat keputusan.

Apabila PSSI tak bereaksi atas ultimatum itu, kubu Ferry Paulus yang mendapat support dari The Jakmania – suporter Persija dan sejumlah pemain senior termasuk Ismed Sofyan, mereka akan mengambil langkah hukum, selain melaporkan kepada otoritas sepak bola Asia (AFC) dan FIFA. Menurut Togar, mereka sudah mempersiapkan berkas gugatan pidana maupun perdata tersebut.

“Bila reaksi PSSI tak seperti diharapkan, kami akan langsung mengajukan gugatan. Dalam waktu dekat,” ujar mantan pengurus PSSI era Nurdin Halid itu. Pemilik klub internal Persija, Menteng FC, Abang Isran Naamin meminta semua pihak yang bertikai mulai mendinginkan suasana. Komisaris PT PJ ini juga mengkritik proses pemilihan Ferry Paulus sebagai ketua umum Persija yang dinilai juga memunculkan polemik di dalam internal Persija.

“Sesuai dengan AD/ART Persija, ditegaskan bahwa Persija harus dipimpin oleh orang Persija. Tidak ada itu orang luar Persija bisa menjadi ketua umum. Ini harus diluruskan segera karena Persija itu milik klub internal, bukan milik orang luar Persija. Itu terjadi sejak jaman Todung Barita,” jelasnya.

Pernyataan Abang ini merupakan sindiran terhadap Ferry yang dinilainya sebagai orang luar Persija. Ekses kisruh dualisme ini juga menggangu rencana persiapan skuad kubu Ferry Paulus. Rencana mereka mendatangkan Dejan Gluscevic untuk membesut Bambang Pamungkas dkk kembali tertunda. Pelatih asal Serbia yang semula diharapkan datang akhir September lalu hingga kini belum datang.

“Dejan Glusevic masih belum datang. Dia mungkin melihat situasi yang ada di PSSI dengan kondisi seperti sekarang ini. Dia bilang, dia menunggu dalam beberapa saat ini,” kata Ketua Umum Persija Ferry Paulus. Gluscevic bukanlah sosok asing di Liga Indonesia. Dia pernah membela Bandung Raya dan Pelita Jaya di masa lalu. Menurut Ferry Paulus, Gluscevic a w a l n y a akan diperkenalkan kepada publik pada 20 September lalu. Tapi, hal itu tertunda karena adanya kisruh internal yang melanda Macan Kemayoran. (lis)

Share on Google Plus

About 12paz