
Impian publik Kota Raja melihat Mitra Kukar diperkuat El Hadji Diouf, pemain Timnas Senegal pada Piala Dunia 2002 silam urung terwujud. Ini setelah manajemen memutuskan membatalkan keinginan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya dan yang paling mendasar adalah prilaku Diouf yang kerap membuat ulah di lapangan maupun di luar lapangan. Fakta lain adalah seringnya mantan pemain Liverpool tersebut dikenai sanksi dari federasi sepak bola di mana ia membela tim saat itu.
Manajer tim Ronni Fauzan ST kemarin siang menjelaskan, pembatalan Mitra Kukar mengontrak Diouf sudah dibicarakan pula dengan Simon McMenemy selaku pelatih kepala. Oni, sapaan akrab Ronni Fauzan bersama Simon juga melihat beberapa kali Diouf melakukan tindakan tak bagus di lapangan lewat internet.
"Bahkan Simon bilang kalau Diouf bukan pemain bagus dari sisi prilaku. Simon juga tahu banyak track record pemain bersangkutan, makanya akhirnya kami batal mengambilnya," terang Oni.
Diouf memang dikenal sebagai pemain yang kasar dalam berprilaku. Ia beberapa kali tertangkap kamera meludahi wajah lawannya jika sedang bersitegang. Dari beberapa gambar yang ada di internet menggambarkan hal tersebut.
Saat disinggung apakah pembatalan ini juga berkaitan dengan masalah finansial, Oni mengatakan kalau hal tersebut juga jadi pertimbangan.
"Tapi seandainya pelatih memang mau dengan Diouf, kami akan melakukan negosiasi lebih serius lagi. Yang jelas harganya masih bisa kami jangkau," terangnya.
Meski gagal mendapatkan Diouf, namun Mitra Kukar lanjut Oni tak akan berhenti mengejar striker asing berkualitas. Salah satunya yang terus diburu adalah Greg Nwokolo, yang saat ini masih berstatus pemain Persija Jakarta.
"Kami masih melakukan pendekatan dengan Greg, mudah-mudahan ia bisa bergabung dengan Mitra Kukar musim ini," harapnya. (upi)
Manajer tim Ronni Fauzan ST kemarin siang menjelaskan, pembatalan Mitra Kukar mengontrak Diouf sudah dibicarakan pula dengan Simon McMenemy selaku pelatih kepala. Oni, sapaan akrab Ronni Fauzan bersama Simon juga melihat beberapa kali Diouf melakukan tindakan tak bagus di lapangan lewat internet.
"Bahkan Simon bilang kalau Diouf bukan pemain bagus dari sisi prilaku. Simon juga tahu banyak track record pemain bersangkutan, makanya akhirnya kami batal mengambilnya," terang Oni.
Diouf memang dikenal sebagai pemain yang kasar dalam berprilaku. Ia beberapa kali tertangkap kamera meludahi wajah lawannya jika sedang bersitegang. Dari beberapa gambar yang ada di internet menggambarkan hal tersebut.
Saat disinggung apakah pembatalan ini juga berkaitan dengan masalah finansial, Oni mengatakan kalau hal tersebut juga jadi pertimbangan.
"Tapi seandainya pelatih memang mau dengan Diouf, kami akan melakukan negosiasi lebih serius lagi. Yang jelas harganya masih bisa kami jangkau," terangnya.
Meski gagal mendapatkan Diouf, namun Mitra Kukar lanjut Oni tak akan berhenti mengejar striker asing berkualitas. Salah satunya yang terus diburu adalah Greg Nwokolo, yang saat ini masih berstatus pemain Persija Jakarta.
"Kami masih melakukan pendekatan dengan Greg, mudah-mudahan ia bisa bergabung dengan Mitra Kukar musim ini," harapnya. (upi)
