
“Malas kemana mana. Lebih baik liburan di Balikpapan saja bersama keluarga. Lagi pula Balikpapan juga banyak tempat untuk berlibur buat keluarga saya,” kata Aldo.
Aldo menikmati libur di Balikpapan juga tak terlepas karena putri sulungnya tengah bersekolah di Balikpapan, sehingga tidak memungkinkan untuk berlibur ke kota lain. “Tapi pada dasarnya kami lebih senang tetap di Balikpapan, baik istri maupun anak-anak saya,” singkat pemain kelahiran Paraguay, 2 Maret 1981 tersebut.
Sebagai pemain profesional, Aldo yang musim lalu berhasil mengoleksi sebanyak 16 gol bersama Persiba, juga tak ingin kondisinya mengalami penurunan stamina. Untuk itu pula Aldo mengungkapkan dirinya akan tetap menjalani latihan dengan harapan tidak mengalami penurunan performa saat memulai latihan pada 27 Oktober mendatang.
“Kalau saya liburan pasti akan berpengaruh buat kondisi saya, pastinya akan ada penurunan stamina. Tapi kalau saya tetap di sini, saya harus tetap menjalani latihan. Mungkin latihan sendiri atau mungkin saya pergi fitness,” terang pemilik nama lengkap Francisco Aldo Barreto Miranda itu.
Aldo yang berbandrol termahal di Persiba, ingin tetap menunjukkan sikap profesionalismenya. Dia tak pernah sekalipun melakukan tindakan indisipliner. Hal ini pula yang membuat pelatih kepala Persiba Haryadi mendaulat Aldo sebagai kapten tim di musim Indonesian Super League (ISL) 2011-2012.
“Sebagai pemain asing, Aldo merupakan pemain yang sangat profesional. Dia tidak hanya disiplin, tapi juga mampu memotivasi dan mengayomi rekan-rekan satu timnya. Karena itu musim ini Aldo layak memegang band kapten tim Persiba,” terang Haryadi.
Peranan sebagai el capitano dalam skuad Persiba mungkin sudah tidak asing lagi bagi Aldo. Pasalnya pada musim lalu pun, ketika kapten tim Mijo Dadic harus absen akibat cedera, Aldo pula yang mengemban tugas sebagai komando rekan-rekannya di lapangan.(san)
