
Menjelang bergulirnya musim 2011/12, terdapat tiga badan hukum yang mengaku sebagai pengelola sah Persija, yakni kubu Nachrowi dengan PT. Persija Jakarta, kubu Bambang Sucipto dan Hadi Basalamah dengan PT. Persija Jaya serta kubu Benny Erwin dan Ferry Paulus dengan PT. Persija Jaya Jakarta.
Dalam verifikasi awal yang dilakukan PSSI, kubu Nachrowi meraih 14 poin, kubu Bambang dan Hadi hanya 17 poin sementara kubu Benny dan Ferry jauh lebih unggul dengan 90 poin.
Meski Ferry mengklaim telah memenuhi segala macam dokumen legalitas, termasuk Surat Keputusan dari pemerintah Kota Madya Jakarta Pusat, PSSI justru memenangkan badan hukum yang digawangi Hadi Basalamah, mantan CEO klub LPI, Jakarta FC, yang kemudian melakukan merger dengan PT. Persija Jakarta.
“Saya akan bawa masalah ini lagi ke rapat Exco (Komite Eksekutif). Yang jadi korban bukan hanya masyarakat sepak bola tapi semua yang jadi korban. Pemilik, pemain dan lainnya,” ujarnya di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (7/10/11).
Merger yang difasilitasi oleh PSSI itu pula yang menjadi salah satu alasan PSSI memenangkan kubu Hadi Basalamah, yang kini ditunjuk sebagai ketua umum Persija.
“Kita harus melihat, aset-aset Persija ada dimana di kubu versi mana. Kalau bisa disatukan, tapi ada mekanisme. Tapi bukan secara sembarangan disatukan. Kasus ini akan secepatnya dibawa ke Exco. Sebelum ke Exco juga akan saya sampaikan dulu ke ketua umum (Djohar Arifin Husin),” sambungnya.
Selanjutnya, Rouw akan meminta keterangan dari klub-klub internal Persija selaku pemilik Persija. Sejauh ini, PSSI menganggap Persija dimiliki oleh perseorangan.
“Kami juga tahu, jika awal pemilik persija adalah klub anggota. Bukan keanggotaan. Kami akan berbicara dengan klub-klub anggota. Kami lihat asasnya dulu, baru memutuskan yang sah itu siapa. Kami harus mendengar siapa pemilik klub,” tandasnya.
Rouw menjelaskan bahwa dirinya menemui Persija kubu Ferry Paulus, yang ingin berbicara dengan ketua umum PSSI.
“Mereka datang tidak kami undang. Datang sendiri ke PSSI untuk bertemu ketum. Karena ketum tidak ada, saya sebagai salah satu Exco yang ada berkewajiban untuk menemui mereka,” tandasnya.
Victor Sitanggang, ketua perkumpulan 30 klub internal Persija juga menegaskan bahwa Persija milik anggota.
“Saya sebagai pemilik klub tidak mengakui PT Persija Jaya. Kami tidak memiliki perjanjian apapun dengan PT Persija Jaya. Kami ingin jelaskan kepada ketum, siapa yang memiliki Persija. Tidak boleh ada keputusan keluar, sebelum ada rapat anggota,” tandasnya.
