
selama kurang lebih dua minggu, perwakilan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) berkeliling Indonesia untuk inspeksi ke-24 klub peserta Liga Prima. Inspeksi ini akan menentukan kuota klub untuk Indonesia di seluruh kompetisi internasional yang digelar AFC yakni Liga Champions Asia dan AFC Cup.
Shahin Rahmani dari Divisi Media AFC mengatakan, Indonesia merupakan negara Asia terakhir yang mereka kunjungi. AFC pun mengutus lima perwakilannya, yakni Alisher Nikimbaev (Research & Assessment Manager), Avin Tee (Internal Audit Manager), Mahajan Vasudevan Nair (Sports Lawyer), Shahin Rahmani (Media), dan Benjamin Tan (Competition Manager).
"Kami start sejak Februari, dan Indonesia adalah negara terakhir yang kami kunjungi," tutur Shahin, Jumat (7/10/2011).
Selama di Indonesia, Shahin beserta rekannya akan melihat kesiapan tim, utamanya dari segi infrastruktur, legal, manajemen serta aspek bisnisnya. Setelah melihat dan menyesuaikan dengan standar AFC, barulah tim ini memberikan saran dan masukan ke masing-masing klub.
"Kami hanya inspeksi dan memberikan rekomendasi aspek-aspek mana saja yang harus diperbaiki," sambung pria asal Iran ini. Untuk Indonesia, hasil inspeksi akan diumumkan 13 Oktober mendatang di Jakarta.
Sedangkan secara keseluruhan, tim ini akan melaporkan data yang mereka peroleh ke Komite Ad hoc AFC yang selanjutnya akan diserahkan ke sidang Komite Eksekutif (Exco) otoritas tertinggi sepakbola Asia itu.
"Hasil seluruh negara akan diumumkan di rapat Exco AFC, 23 November. Hasil ini akan menentukan berapa kuota masing-masing negara, termasuk Indonesia di kompetisi Asia untuk tahun 2012 hingga 2014," jelas Shahin.
Sementara itu, mantan manajer legal PT Liga Indonesia yang kini menjadi CEO Persebaya, Llano Mahardika mengungkapkan, untuk Indonesia, parameter yang digunakan adakah kriteria partisipasi minimum bagi klub yang ingin bermain di Liga Champions Asia (LCA), yang terdiri dari 13 item.
"Rencananya di musim kedua, baru pakai regulasi AFC. Sebab pemakaian regulasi AFC aturan baru dimulai 2013," kata Llano. [sya/but]
Shahin Rahmani dari Divisi Media AFC mengatakan, Indonesia merupakan negara Asia terakhir yang mereka kunjungi. AFC pun mengutus lima perwakilannya, yakni Alisher Nikimbaev (Research & Assessment Manager), Avin Tee (Internal Audit Manager), Mahajan Vasudevan Nair (Sports Lawyer), Shahin Rahmani (Media), dan Benjamin Tan (Competition Manager).
"Kami start sejak Februari, dan Indonesia adalah negara terakhir yang kami kunjungi," tutur Shahin, Jumat (7/10/2011).
Selama di Indonesia, Shahin beserta rekannya akan melihat kesiapan tim, utamanya dari segi infrastruktur, legal, manajemen serta aspek bisnisnya. Setelah melihat dan menyesuaikan dengan standar AFC, barulah tim ini memberikan saran dan masukan ke masing-masing klub.
"Kami hanya inspeksi dan memberikan rekomendasi aspek-aspek mana saja yang harus diperbaiki," sambung pria asal Iran ini. Untuk Indonesia, hasil inspeksi akan diumumkan 13 Oktober mendatang di Jakarta.
Sedangkan secara keseluruhan, tim ini akan melaporkan data yang mereka peroleh ke Komite Ad hoc AFC yang selanjutnya akan diserahkan ke sidang Komite Eksekutif (Exco) otoritas tertinggi sepakbola Asia itu.
"Hasil seluruh negara akan diumumkan di rapat Exco AFC, 23 November. Hasil ini akan menentukan berapa kuota masing-masing negara, termasuk Indonesia di kompetisi Asia untuk tahun 2012 hingga 2014," jelas Shahin.
Sementara itu, mantan manajer legal PT Liga Indonesia yang kini menjadi CEO Persebaya, Llano Mahardika mengungkapkan, untuk Indonesia, parameter yang digunakan adakah kriteria partisipasi minimum bagi klub yang ingin bermain di Liga Champions Asia (LCA), yang terdiri dari 13 item.
"Rencananya di musim kedua, baru pakai regulasi AFC. Sebab pemakaian regulasi AFC aturan baru dimulai 2013," kata Llano. [sya/but]
