Share |

Hadi Basalamah Buka Pintu untuk Bepe Cs


Bagaimana nasib Bambang Pamungkas dkk menyusul kekalahan PT Persija Jaya Jakarta (PJJ)?. CEO Komite Eksekutif PT Persija Jaya Hadi Basalamah menyatakan membuka pintu lebar-lebar bagi semua pemain yang sudah dikontrak oleh PJJ yang selama ini berseteru dengan pihaknya.

“Ikon-ikon Persija seperti Bambang Pamungkas (Bepe) dan Ismed Sofyan serta pemain muda lainnya dipersilahkan untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Persija. Silahkan, pintu sangat terbuka lebar. Tentunya teknis kontrak sesuai dengan keinginan pelatih dan klub,” jelas Hadi kemarin.

Sembari menunggu reaksi Bepe dkk, kubu Hadi Basalamah terus menyiapkan skuadnya yang berintikan pemain eks klub Jakarta FC. Salah satu nama yang sudah dipastikan bergabung dan nyaris hengkang ke klub lain adalah Emanuel de Porras. “De Porras batal ke PSIS Semarang. Dia sudah berkomitmen akan bersama kami,” kata Hadi.

Itu artinya, striker yang menjadi ikon Persija pada 2004 itu akan kembali memperkuat klub ini. De Porras merupakan tipikal striker pembunuh dan haus gol.

“Dia masih sangat membahayakan di barisan depan Persija,” kata Hadi. Selain mengurusi pemain, mereka kini juga disibuki dengan rencana merekrut pelatih. Hadi berjanji hari ini urusan pelatih itu akan rampung dan bisa diumumkan kepada media hari ini. “Jika deal malam ini (tadi malam,Red) atau besok siang (hari ini,Red), kami akan langsung menggelar jumpa pers,” ujarnya.

Sayang, Hadi tidak mau membeberkan pelatih yang diincar. Namun, dari beberapa sumber , nama Subangkit, Jaya Hartono, Bambang Nurdiansyah, dan Isman Jasulmei mencuat sebagai calon. “Kita lihat saja nanti. Kami tidak mau mendahului,” kata pria ramah itu.

Sementara itu, ikon Persija Jakarta Ismed Sofyan menanggapi dingin dengan ajakan kubu Hadi Basalamah. Kata mantan pemain PSSB Bireuen itu, dia tetap menghormati penandatanganan kontraknya dengan pihak PJJ dalam hal ini Ferry Paulus. “Pak Ferry berkomitmen untuk menyele saikan kontrak kami. Walaupun peluang ka mi sangat tipis untuk ikut kompetisi de ngan Persija, tapi kami pemain akan te tap lo yal kepada beliau,” kata Ismed kemarin.

Menurut Ismed, yang terpenting saat ini PSSI harus segera membuka mata dan bisa melihat objektif siapa sebenarnya Persija yang benar yang memang didukung oleh suporter dan ikon Persija. ”Bisa-bisa malah nanti Persija yang kubu sana tidak ada yang nonton. Saya sebagai pemain sangat kecewa dengan keputusan itu. Yang terpenting hak pemain akan dipertanggung jawabkan oleh Ferry Paulus, dan saya tidak ada pikirian untuk pindah ke kubu Hadi Basalamah,” tegasnya lagi.

Beredar kabar, jika memang Persija kubu Ferry tidak bisa melaksanakan kompetisi bersama Persija, ada beberapa sumber mengatakan bahwa pemain PJJ akan diakomodir dengan klub-klub lain kontestan Super Liga. ”Kemungkinan itu belum saya dengar pasti. Sebagai pemain yang memiliki keluarga dan punya hak dan kewajiban saya akan tetap patuh kepada kontrak dan keputusan profesionalisme,” ujar pemain yang biasa menggunakan nomer punggung 14 itu.

Di sisi lain, kubu Ferry Paulus dengan bendera PJJ kemarin kabarnya sudah melayangkan gugatan kepada PSSI terkait dengan keputusan yang melegalkan PJ sebagai pengelola Persija. Kuasa hukum PJJ Togar Manahan Nero kembali menegaskan, kalau keputusan PSSI itu salah dan mengiplementasikan perampokan Persija ke pihak lain. Sekjen PSSI Tri Goestoro mengakui telah menerima surat gugatan dari kubu Ferry Paulus.

“Gugatan Persija sudah kami terima. Kami terbuka dan siap menerima gugatan serta akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya kepada wartawan kemarin. (lis)

Share on Google Plus

About 12paz