
Twitter, yang awalnya dibuat untuk tujuan sederhana, mempererat hubungan dan komunikasi yang unik lewat dunia maya, berkembang pemanfaatannya. Bagaikan dua sisi mata uang, penggunaannya bisa juga merugikan.
Pada sejumlah kasus, seorang pemain mencurahkan isi hatinya mengenai permasalahan di internal klub lewat twtiter dan langsung menjadi santapan media massa. Hal semacam inilah yang ingin dihindari Villas-Boas.
Dua bintang ‘The Blues’ John Terry dan Frank Lampard dipastikan kebakaran jenggot oleh kritikan kapten Queens Park Rangers, Joey Barton, jelang derbi London barat di Loftus Road, kandang QPR.
AVB menegaskan bahwa ia tidak akan menolerir siapapun yang memanfaatkan media jejaring sosial untuk menyerang rivalnya.
“Joey Barton adalah salah satu pemain besar di Inggris. Dia adalah orang yang tak takut mengutarakan apapun yang ada di benaknya namun tak semuanya sepakat dengan pemikirannya,” ujar pelatih asal Portugal itu, dinukil dari The Sun.
“Tak satupun yang dikatakan Joey mengenai kami yang akan mempengaruhi penampilan kami pada hari Minggu nanti tetapi menurut saya Twitter dan Facebook tidak seharusnya digunakan untuk sesuatu yang menyangkut kehidupan profesional Anda,” lanjutnya.
“Beberapa orang di sini mengenakan Twitter dan saya tak melihatnya sebagai masalah sejauh hal tersebut digunakan sebagai sarana bersosialisasi.”
“Tetapi saya sudah menjelaskan bahwa mereka tak boleh menggunakannya untuk mengomentari klub atau pemain lain karena dalam dunia sepak bola, kehidupan profesional Anda tidak hanya mengenai Anda,” tandasnya.
