
Dua pemain tim sepak bola nasional asal Papua, Boaz Salossa dan Richardo Salampessy, lolos dari jeratan sanksi. Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia hanya memberikan teguran kepada keduanya.
"Mereka saya kasih peringatan keras, itu juga sanksi, tapi untuk pembinaan. Yang terpenting sekarang sudah tidak ada dusta di antara kita," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong di kantor PSSI, Jumat, 7 Oktober 2011.
Boaz dan Salampessy dipanggil Komisi Disiplin terkait tak ikutnya kedua pemain Persipura Jayapura itu dalam pelatihan timnas, awal Oktober lalu. Keduanya tiba di kantor PSSI sekitar pukul 14.50.
Limbong mengatakan dirinya telah mendengar alasan dari keduanya secara langsung. Boaz dan Salampessy, kata Limbong, tak bisa mengikuti latihan timnas tepat waktu bukan karena menolak bergabung dengan timnas, melainkan hanya karena kesalahpahaman.
Asisten Manajer Persipura, Anton Imbenai, yang turut mendampingi Boaz dan Salampessy mengatakan kedua pemainnya tak bisa mengikuti latihan timnas tepat waktu karena jadwal yang sangat mepet antara timnas dan Persipura.
Ia mengatakan panggilan dari timnas sampai ke mereka ketika Boaz dan Salampessy sudah berada di Irak, 26 September lalu, untuk menantang tim Arbil FC dalam laga Liga Champhion Asia. Mereka baru kembali ke Tanah Air pada 30 September. "Tiba di Jayapura 30 September pagi, lalu 1 Oktober harus ikut timnas, ini tidak mungkin," katanya.
Boaz dan Richardo sendiri mengaku tak ada niat meninggalkan timnas. Keduanya siap bergabung kembali dengan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan jika pelatih Rijsbergen memanggilnya. "Untuk panggilan berikut saya siap bergabung," katanya.
DWI RIYANTO AGUSTIAR
"Mereka saya kasih peringatan keras, itu juga sanksi, tapi untuk pembinaan. Yang terpenting sekarang sudah tidak ada dusta di antara kita," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong di kantor PSSI, Jumat, 7 Oktober 2011.
Boaz dan Salampessy dipanggil Komisi Disiplin terkait tak ikutnya kedua pemain Persipura Jayapura itu dalam pelatihan timnas, awal Oktober lalu. Keduanya tiba di kantor PSSI sekitar pukul 14.50.
Limbong mengatakan dirinya telah mendengar alasan dari keduanya secara langsung. Boaz dan Salampessy, kata Limbong, tak bisa mengikuti latihan timnas tepat waktu bukan karena menolak bergabung dengan timnas, melainkan hanya karena kesalahpahaman.
Asisten Manajer Persipura, Anton Imbenai, yang turut mendampingi Boaz dan Salampessy mengatakan kedua pemainnya tak bisa mengikuti latihan timnas tepat waktu karena jadwal yang sangat mepet antara timnas dan Persipura.
Ia mengatakan panggilan dari timnas sampai ke mereka ketika Boaz dan Salampessy sudah berada di Irak, 26 September lalu, untuk menantang tim Arbil FC dalam laga Liga Champhion Asia. Mereka baru kembali ke Tanah Air pada 30 September. "Tiba di Jayapura 30 September pagi, lalu 1 Oktober harus ikut timnas, ini tidak mungkin," katanya.
Boaz dan Richardo sendiri mengaku tak ada niat meninggalkan timnas. Keduanya siap bergabung kembali dengan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan jika pelatih Rijsbergen memanggilnya. "Untuk panggilan berikut saya siap bergabung," katanya.
DWI RIYANTO AGUSTIAR
