


Tabrakan beruntun yang menewaskan pembalap Gresini Honda, Marco Simoncelli memang sangat fatal. Selain terlindas motor Colin Edward, kemudian Valentino Rossi, kepala dan dada Simoncelli mengalami cedera yang parah dampak dari terlepasnya helm dan hantaman keras.
Simoncelli sempat meregang nyawa sebelum akhirnya dipaksa menyerah saat berada di ruang perawatan dengan luka-luka yang sangat serius.
"Marco Simoncelli menyerah pada luka yang diderita di Malaysia." Begitu bait pesan tersebut muncul dari situs MotoGP, pihak penyelenggara pun langsung membatalkan seluruh balapan.
Juara dunia Casey Stoner pun ikut berkomentar,"" Begitu melihat rekaman itu hanya akan membuat anda mual. Setiap kali helm terlepas, itu bukan pertanda baik,"" katanya shock.
Direktur medis Dr Michele Macchiagodena dalam konfrensi pers berkata kondisi Simoncelli memang kritis saat tim medis mendatanginya usai tabrakan.
""Dia tertabrak pengendara lain. Dia mengalami trauma hebat di kepala, leher dan dada. Ketika staf medis kami datang, dia sudah tidak sadar. Di dalam Ambulans saat terjadi serangan jantung, mereka (tim medis) mulai melakukan CPR (resusitasi jantung dan paru),"" jelas Michele.
Simoncelli sempat bertahan melewati masa kritisnya saat berada di ambulance hingga sampai di pusat medis. Namun kondisinya bukan membaik, melainkan bertambah buruk.
""Ia diintubasi untuk melepas darah yang memenuhi dada. CPR dilanjutkan selama 45 menit karena kami mencoba untuk membantu dia tapi sayangnya itu tidak membantunya dan pada pukul 16.56 (waktu setempat), kami harus menyatakan dia telah pergi,"" jelas Michele.
Kabar tewasnya Simoncelli langsung menimbulkan duka di seluruh keluarga besar MotoGP. Pembalap MotoGP Inggris Cal Crutchlow menulis di Twitter: ""RIP Marco Simoncelli Seorang pengendara yang besar dan baik. Saya yakin semua orang, keluarga dan rekan-rekan saya tidak akan pernah melupakan hari ini,"" tulisnya.
Simoncelli menutup karirnya di sirkuit Sepang, Malaysia. Tempat di mana dirinya pernah memenangi kejuaraan dunia 250cc pada tahun 2008, sebelum akhirnya memastikan diri bergabung di MotoGP 2010.
Musim ini adalah musim terbaiknya di MotoGP dengan keberhasilan naik podium. Simoncelli berhasil berdiri di posisi runner up bersama dengan Casey Stoner (Repsol Honda RC212v) saat di Grand Prix Australia, setelah berhasil melakukan balapan brilian di lintasan terakhir melewati Andrea Dovizioso (Repsol Honda RC212V).
Tewasnya Simoncelli dalam balapan di Sepang, Malaysia, mengundang rasa duka yang mendalam bagi keluarga besar perusahaan Motor Honda. Dikutip dari MotoGP official website, Shuhei Nakamoto, Wakil Presiden Eksekutif HRC, mengatakan dunia balap motor kehilangan salah satu talenta terbaik mereka.
"Saya hanya tidak tahu harus berkata apa. Marco adalah pembalap berbakat dan sangat bagus. Kadang aku sedikit keras dengan dia, misalnya saat dia berhasil naik podium di Brno dan saya mengatakan 'podium beruntung', dia sangat marah. Tapi aku ingin selalu memberinya motivasi karena aku yakin dia bisa melakukan lebih banyak lagi,'' kata Shuhei mengenang.
''Sekarang saya hanya ingin mengucapkan terima kasih ke Marco, untuk apa yang telah ia berikan kepada saya, dan saya turut berbelasungkawa untuk seluruh keluarganya saat ini,'' tambahnya.
Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa mengatakan, dirinya tidak bisa mengungkapkan kata duka karena begitu shock mengetahui Simoncelli harus tewas pasca tabrakan fatal di lintasan.
''Dalam tragedi seperti ini, tidak banyak yang bisa saya katakan. Saya hanya ingin berbagi rasa duka cita untuk keluarga dan semua orang yang mencintainya. Saya telah bertemu dengan ayahnya dan kami hanya bisa berpelukan,'' kata Dani.
Ditambahkan Dani,''Ini adalah kecelakaan fatal dan semua orang di paddock tetap shock. Sering sekali kita sendiri lupa betapa berbahayanya olahraga ini dan ketika anda kehilangan, semua hal seperti tidak punya arti lagi. Kita melakukan semua yang kita suka, kita cintai, tapi pada hari-hari seperti ini, semua tidak berarti,''.
Pembalap Repsol Honda Andrea Dovizioso turut berduka dan mengaku shock mengingat betapa fatalnya kecelakaan yang melibatkan tiga pembalap tersebut.
''Kami berlomba bersama-sama sejak kami masih anak-anak. Aku melihat dia selalu membalap dengan maksimal, ia pernah jatuh berkali-kali tapi tidak pernah luka parah. Dia terlihat tak terkalahkan. Melihat yang terjadi hari ini, semuanya seperti mustahil,'' kata Andrea.
Pembalap Repsol Honda Casey Stoner ikut berkata, "Saya sangat terkejut dan sedih atas kepergian Marco. Ketika terjadi hal-hal seperti ini, mengingatkan anda betapa berharganya hidup ini. Saya sampaikan dukacita untuk keluarga dan yang mencintainya. Saya berharap mereka semua tetap dekat dan bersama-sama melalui tragedi ini,'' katanya.
VALENTINO Rossi merupakan pembalap yang sangat terpukul dengan kepergian Marco Simoncelli yang tewas di balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10) kemarin.
Dalam akun twitter-nya, The Doctor itu menyatakan bahwa dirinya sangat merindukan Super Sic --begitu dia memanggil Simoncelli-- yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri. "Bagiku Sic seperti adik. Sangat kuat di race, sangat manis dalam kehidupan. Aku akan sangat merindukannya." tulis Rossi.
1987: Lahir di Cattolica, Italia, 20 Januari.
1996: Runner-up di Kejuaraan minimoto Italia.
1999: Juara Minimoto Italia.
Marco Simoncelli dari Italia merebut gelar Kejuaraan Dunia 250cc pada tahun 2008
2001: Pindah ke kejuaraan 125cc Italia.
2002: Memenangi gelar 125cc Eropa.
2003: Satu musim penuh pertama mengikuti Kejuaraan Dunia 125cc bersama tim Racing Matteoni.
2004: Bergabung tim Rauch Bravo dan memenangkan Grand Prix pertamanya di Jerez.
2005: Menyelesaikan kelas 125cc bersama tim Ras Nocable dan berada di posisi kelima klasemen akhir.
2006: Pindah ke kelas 250cc. Menyelesaikan musim secara keseluruhan dan berada di posisi 10. Pada musim ini Super Sic mencapai hasil terbaik dengan berada finis keenam di Grand Prix Cina.
2008: Juni - Memenangkan balapan pertamanya 250cc di GP Italia di Mugello dalam keadaan kontroversial ketika Hector Barbera menabrak dirinya setelah Simoncelli tampaknya mencoba untuk memblokir dia pergi.
Marco Simoncelli merayakan setelah meraih gelar juara dunia 2008
Oktober - Memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc setelah musim yang sukses dengan Gilera dengan selesai tempat ketiga di Grand Prix Malaysia di Sepang.
2009: Finish ketiga secara keseluruhan di Kejuaraan Dunia 250cc di belakang Pembalap asal Jepang Hiroshi Aoyama dan Pembalap Spanyol, Barbera.
2010: Menjajal MotoGP bersama Honda. Menyelesaikan 16 dari 18 race dan berada di posisi kedelapan di akhir musim.
2011: Mei - bertabrakan dengan Dani Pedrosa, saat memperebutkan posisis kedua di GP Prancis.
Kecelakaan yang terjadi mamaksa Pedrosa istirahat akibat cedera tulang selangkangan. Simoncelli kena penalti, akhirnya berakhir di urutan kelima. Simoncelli diterima kembali dengan catatan dia harus mengevaluasi kembali gaya mengemudi dan lebih berhati-hati.
Juni - Meraih pole position pertama MotoGP di GP Catalan, tetapi harus finish diurutan keenam.
23 Oktober - Tewas dalam kecelakaan selama GP Malaysia di Sepang
