Share |

Timo Scheneumann Tangani Pembinaan Usia Dini PSSI


Jabatan Timo Scheneumann kini beralih dari pelatih menjadi Direktur Teknik Persema. Timo memilih menanggalkan jabatan pelatih agar bisa menangani pembinaan usia dini PSSI. "Hari ini adalah hari terakhir. Besok sudah teken kontrak sebagai Direktur Teknik," katanya Senin 19 September 2011. Menurut Timo, sebagai Direktur Teknik ia bertugas menangani pengembangan klub, pembinaan usia muda, pemberdayaan klub, pendidikan pelatih, serta penelitian dan pengembangan. "Saya lebih leluasa melakukan pembinaan di dalam dan di luar tim," ujarnya. CEO Persema Didied Poernawan Affandi mengakui bahwa Timo akan memegang jabatan sebagai Direktur Teknik Persema. "Persema masih butuh tenaganya," katanya. Soal pelatih baru, Didied enggan bicara banyak. "Kami masih terus cari. Sudah ada kandidat, tapi belum deal nilai kontraknya." Manajemen Persema sebenarnya sudah lama mencari pelatih sebagai pengganti Timo. Sejumlah pelatih yang diincar Persema antara lain pelatih asing dan pelatih lokal. Pelatih asing antara lain Robert Rene Albert, Willy Scheepers, dan Peter Segrt. Sedangkan pelatih lokal antara lain Mustakim, Subangkit, dan Danurwindo. Dari sejumlah nama tersebut, manajemen ingin sekali mendapatkan Willy Scheepers, mantan pelatih Bali Devata. Timo mengusulkan manajemen agar memilih Junaidi yang menangani Persiba Balikpapan dan Subangkit yang menangani Persela Lamongan pada musim kompetisi tahun lalu. Junaidi dinilai mampu menghadapi tekanan publik bola Malang yang senantiasa menuntut Laskar Ken Arok berprestasi. Sedangkan Subangkit berpengalaman menangani Persema. "Keduanya berpengalaman menangani pemain bagus dan membina pemain muda," ujarnya. Timo berharap pelatih baru Laskar Ken Arok bisa mencapai prestasi yang lebih baik dibandingkan dirinya dan bisa menjaga keharmonisan internal tim yang selama ini sudah baik. Setelah tak lagi menjadi pelatih, Timo akan manangani pembinaan usia dini PSSI. Sebagai koordinator, dia bertugas membentuk akademi sepak bola di enam kota untuk Kelompok Umur 18, 17, 16, dan 15 tahun. Keenam kota tersebut adalah Balikpapan (Kalimantan), Medan (Sumatera Utara termasuk Bangka Belitung), Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Jayapura. Dari empat kelompok umur itu dipecah menjadi dua, yaitu usia 18 digabung dengan usia 17 dan usia 16 digabung dengan usia 15. Tujuan pembentukan akademi adalah untuk mematangkan kemampuan individu dalam bermain sepak bola dan karakter pemain. "Saya senang dipercaya untuk memperbaiki tulang punggung regenerasi sepak bola Indonesia," tuturnya. BIBIN BINTARIADI
Share on Google Plus

About 12paz