Share |

Roberto Bianchi Kandidat Terkuat Pelatih Timnas U-20


Pelatih Batavia Union, Roberto “Beto” Bianchi menjadi kandidat kuat untuk menangani Timnas U-20. Beto dinilai cocok melatih skuad muda Merah Putih berkat suksesnya mengantarkan Batavia Union ke peringkat enam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Padahal, tim yang bermarkas di Stadion di Kamal Muara, Jakarta Utara, itu banyak diisi pemain muda yang belum punya pengalaman di kompetisi nasional.

"Beto memang paling pintar menangani pemain muda. Dulu, siapa yang memperhitungkan kekuatan Batavia Union? Ternyata tim dadakan itu mampu membuat sejumlah kejutan, sampai akhirnya finish di urutan enam," kata Herna Pardede, pengacara dan agen pemain di bawah bendera Hertasha Citra Lawyers, di Jakarta.

Di tangan pelatih asal Brasil pemegang paspor Spanyol itu anak-anak muda Batavia Union menjelma menjadi pemain matang dan penuh percaya diri. Mereka tak gentar menghadapi klub-klub besar di LPI, salah satunya ketika menahan imbang Persebaya 1927 dalam laga sengit di Stadion Siliwangi, Bandung, 22 Mei silam. "Itu yang membuat PSSI tertarik pada Beto. Tapi, semuanya belum final. Kami masih dalam tahap diskusi," sambung Herna, yang mengaku bakal membantu memulangkan Beto dari Spanyol.

Kebetulan Beto memang ingin balik lagi ke Indonesia. Hanya saja eks pelatih Zamora CF dan Lorca Deportiva CF itu baru bersedia terbang ke Jakarta bila semuanya sudah jelas. "Doakan saja dia yang terpilih. Kalau oke, 5 Oktober nanti Beto siap berangkat ke Indonesia," ungkap putri Johnny Pardede, tokoh sepakbola Sumatera Utara, itu.

Beto sangat antusias dengan tawaran melatih Timnas U-20, karena pada dasarnya dia memang suka membina pemain muda. Seperti ketika menukangi Batavia Union, di timnas nanti Beto bakal diduetkan dengan asistennya, Wanderley Junior.

Selain Beto, nama lain yang masuk nominasi arsitek Timnas U-20 adalah Lionel Charbonnier, yang sebelumnya menukangi Aceh United. Meski prestasinya bersama Aceh United tidak begitu mengilap - menempati peringkat 11 klasemen LPI - tapi Lionel juga berpengalaman menangani pemain muda. Sebagai direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel sukses mengantarkan timnas U-20 negara di kepulauan Karibia tersebut ke Piala Dunia FIFA U-20 pada 2009.

"Tapi, Lionel sudah menolak. Dia nggak mau lagi menangani timnas U-20 karena takut dicap pelatih spesialis tim junior. Sekarang tinggal Beto. Doakan saja dia yang terpilih," kata Herna lagi.

Antusiasme juga ditunjukkan Wanderley Junior, yang akan diduetkan kembali dengan Beto. Menurut Wanderley, dia dan Beto punya visi sama dalam membina pemain muda. "Di Batavia Union kami tidak memiliki pemain bintang, semuanya anak-anak muda. Mereka kami bentuk dari nol. Nyatanya presatasi mereka membanggakan," kata Wanderley. [but]
Share on Google Plus

About 12paz