
Untuk meningkatkan standarisasi kepelatihan dan menambah jumlah pelatih berlisensi di Indonesia, PSSI akan mendatangkan seorang pelatih berlisensi FIFA dari Belanda.
Menurut Koordinator Tim Nasional Bob Hippy, jumlah pelatih di Indonesia saat ini hanya 2000 orang dan itu bertolak belakang dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta.
"Bagaimana kita mau meningkatkan persepakbolaan, kalau di satu daerah saja tidak punya pelatih berlisensi. Padahal itu penting untuk pembinaan usia dini," tegas Bob kepada wartawan di kantor PSSI, Senin, (19/9/2011).
"Kita datangkan pelatih dari Belanda tapi keturunan Ambon, namanya Albert Fentury. Dia pelatih berlisensi FIFA," ungkapnya.
Bob memaparkan, PSSI mengontrak Fentury untuk jangka waktu empat tahun dan dia akan berkeliling Indonesia untuk memberikan kursus kepelatihan kepada para pelatih di Indonesia.
"Di Aceh saja tidak ada pelatih berlisensi, itu kenapa nanti dia (Fentury) akan berkeliling ke daerah di Indonesia dan nanti semakin banyak pelatih yang berkualitas karena punya konsep jelas," ujarnya.
"Baru pembinaan usia dini akan lebih efektif karena dilatih oleh pelatih yang punya konsep," tuntasnya.
(fit)
Menurut Koordinator Tim Nasional Bob Hippy, jumlah pelatih di Indonesia saat ini hanya 2000 orang dan itu bertolak belakang dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta.
"Bagaimana kita mau meningkatkan persepakbolaan, kalau di satu daerah saja tidak punya pelatih berlisensi. Padahal itu penting untuk pembinaan usia dini," tegas Bob kepada wartawan di kantor PSSI, Senin, (19/9/2011).
"Kita datangkan pelatih dari Belanda tapi keturunan Ambon, namanya Albert Fentury. Dia pelatih berlisensi FIFA," ungkapnya.
Bob memaparkan, PSSI mengontrak Fentury untuk jangka waktu empat tahun dan dia akan berkeliling Indonesia untuk memberikan kursus kepelatihan kepada para pelatih di Indonesia.
"Di Aceh saja tidak ada pelatih berlisensi, itu kenapa nanti dia (Fentury) akan berkeliling ke daerah di Indonesia dan nanti semakin banyak pelatih yang berkualitas karena punya konsep jelas," ujarnya.
"Baru pembinaan usia dini akan lebih efektif karena dilatih oleh pelatih yang punya konsep," tuntasnya.
(fit)
