
Persiwa Wamena membantah telah dicoret oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk masuk ke kompetisi profesional musim mendatang. Tim berjuluk Badai Pegunungan ini menyebut, jika dicoret, PSSI telah salah besar memverifikasi. Kabar pencoretan Persiwa santer beredar setelah PSSI mengumumkan hanya ada 20 klub yang lolos verifikasi. Empat dari 18 peserta Liga Super musim lalu tidak lolos karena masalah finansial. “Itu tidak benar, Persiwa sudah lolos verifikasi, yang tidak lolos mungkin Persidafon, bukan kami,” kata Agus Santoso, Asisten Manajer Persiwa, Senin 26 September 2011. Ia mengatakan Persiwa sudah siap 80 persen. Soal keuangan, tim kebanggaan pegunungan Papua itu yakin dapat bersaing hingga akhir kompetisi. “Uang sudah siap, pemain siap, jadi apa yang kurang? Saya kira tidak tepat bila kabar itu datang pada kami,” ujarnya. PSSI menyebutkan satu klub dari timur dan satu dari barat dipastikan tak lolos. Tersiar rumor klub yang tidak lolos tersebut yakni Persiwa Wamena dan Persiba Balikpapan. “Saya kira dari Papua baik Persiwa maupun Persipura sudah jelas lolos. Tapi itu juga bukan keputusan resmi PSSI, jadi kita tunggu saja,” katanya. Verifikasi PSSI di antaranya menitikberatkan pada kondisi keuangan klub. Klub-klub diminta membawa bukti tertulis jika menjalin kerja sama dengan sponsor atau mendapat dana dari investor. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa klub tidak bangkrut di tengah kompetisi dan menanggung tunggakan di akhir kompetisi. “Yang dikejar Persiwa saat ini adalah memantapkan tim. Target kami ya kembali ke papan atas, seperti dua musim lalu,” ujarnya. JERRY OMONA
