
Klub-klub kontestan Indonesia Super League (ISL) protes terhadap status mereka yang dinilai tidak profesional. Mereka mempertanyakan proses verifikasi yang dilakukan PSSI sehingga hanya enam klub yang dinyatakan berstatus profesional di Tanah Air.
Enam klub yang dinyatakan berstatus profesional adalah Persibo Bojonegoro dengan total nilai 95,6,Persik Kediri (95,6), PSIS Semarang (92,3),Persikota Tangerang (96),Persis Solo (96,7),dan Persebaya Surabaya (95,7).Fakta ini tentu mengejutkan.Karena,beberapa klub besar Indonesia yang dinilai berkompeten berada di level profesional tidak memiliki beberapa kelengkapan verifikasi.
Penilaian itu menyangkut aspek legal,supporting, finansial,infrastruktur,dan personal. Keputusan itu membuat Persipura Jayapura,Arema Malang FC,dan Persija Jakarta dinilai tidak profesional.Ketiga klub yang duduk di posisi 3 besar ISL musim lalu itu memiliki poin masing-masing sebagai berikut.
Persipura (81,4),Arema versi M.Nur (71,4),Arema versi Rendra Kresna (77),dan Persija (90,1). Tidak satu pun klub yang dinilai profesional juga dipertanyakan beberapa klub yang musim lalu berlaga di Kompetisi ISL.Salah satu klub yang mempertanyakan hal itu adalah Pelita Jaya Karawang.
Manajemen The Young Guns,julukan Pelita Jaya,mempertanyakan seperti apa proses verifikasi yang dilakukan PSSI. ”Kami sudah melengkapi semuanya. Tidak ada satu pun aspek yang tidak kami lengkapi.Saya pikir klub-klub yang dinyatakan profesional oleh PSSI adalah klub yang bersinggungan dengan LPI (Liga Primer Indonesia).Ya,mungkin menurut PSSI,klub-klub di luar yang enam itu harus membuat kompetisi sendiri,”papar Manajer Pelita Jaya Lalu Mara Satria Wangsa,saat dihubungi kemarin.
Sama seperti Pelita Jaya,Sriwijaya FC (SFC) pun mempertanyakan proses verifikasi yang diterapkan PSSI. Manajemen Langkar Wong Kito,julukan SFC,berkeyakinan pihaknya memiliki kapasitas sendiri untuk dibilang profesional,karena setiap tahun sudah menjalani proses verifikasi AFC.
”Landasannya apa kami tidak bisa dibilang profesional.Kami sudah setiap tahun diverifikasi AFC dan selama ini tidak ada sedikit pun masalah dengan itu.Lalu, kenapa sekarang jadi bermasalah? Itu kan jadi tanda tanya besar,”ujar Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),Hendri Zainudin.
”Kalau saya melihat,klub-klub yang lolos itu adalah klubklub LPI.Jadi,pertanyaan,klub-klub LPI itu kan tidak boleh diverifikasi sebenarnya. Karena,mereka bukan anggota PSSI.” Komentar cenderung pasrah dengan apa yang diterapkan PSSI keluar dari mulut Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.Manajemen Maung Bandung seakan pasrah dengan ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan PSSI soal masalah kompetisi.
Umuh menyatakan,biar publik saja yang menilai apa yang diterapkan PSSI itu benar atau tidak. ”Terserahlah biar publik yang menilai,mau dimasukkan ke profesional atau tidak.Biarkan publik saja yang menilai.Ya,itulah mereka, suka-suka mereka sendiri,”ujar Umuh.
Ada kejanggalan memang penilaian yang dikeluarkan PSSI soal keenam klub yang dinyatakan profesional.Sebab,proses verifikasi yang akan dilakukan otoritas tertinggi sepak bola Asia itu baru akan dilaksanakan pada 26 September sampai 14 Oktober mendatang. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus mengatakan,penilaian tersebut diambil dalam proses workshop,beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini PSSI hanya melakukan semua proses penilaian berdasarkan ketetapan-ketetapan yang diberikan AFC kepada PSSI.”Proses penilaian sendiri atas acuan yang diberikan AFC kepada kami.Kenapa klub-klub tersebut tidak lolos verifikasi,karena mereka tidak melengkapi beberapa persyaratan,” papar Sihar,yang juga ditugasi sebagai ketua bidang kompetisi. decky irawan jasri
