Share |

The Jakmania Kritik PSSI


KEPUTUSAN PSSI mengikutsertakan 24 klub di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan menuai kritik. Suporter Persija Jakarta The Jakmania menilai ada unsur politis di balik keputusan otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu, terutama penambahan enam klub.

“Itu keputusan yang sangat aneh. PSSI telah menabrak Statuta PSSI, dengan memutuskan 24 tim boleh main?” kata Sekretaris Umum The Jakmania Richarcd Achmad Supriyanto kemarin.

PSSI mengumumkan keputusan “aneh” itu setelah rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Kamis dini hari yang lalu. Pengumuman ini cukup mengejutkan karena hasil rapat sebelumnya, mereka memutuskan jumlah peserta liga tetap 18 klub seperti musim lalu.

Dua puluh empat klub itu terdiri dari 14 klub ISL yang masih tersisa, empat klub promosi dari Divisi Utama, ditambah enam klub yang ditunjuk PSSI untuk melengkapi 24. Keenam klub itu adalah Persema Malang, PSM Makassar, PSMS Medan, Bontang FC, Persebaya Surabaya, dan Persibo Bojonegoro.

“Enam tim itu ibaratnya mendapat tiket gratis. Kami melihat ini persoalan politik sepak bola. Mau tidak mau, gerbong kepentingan bermain,” kata Richard. Menurut dia, tidak bisa diterima alasan yang dikemukakan pengurus PSSI seperti Persema dan Persibo mempunyai keseriusan untuk main di level satu, Persibo merupakan tim terbaik di Divisi Utama, PSMS dan Persebaya merupakan tim besar, dan Persidafon menang play off melawan Persibo.

The Jakmania, kata Richard, telah berkoordinasi dengan suporter dari klub-klub lain di tanah air. Langkah yang kemungkinan akan diambil, lanjut Richard, adalah berupaya menemui Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk memberi masukan. (lis)

Share on Google Plus

About 12paz