Share |

Hanya Srdan Lopici , Pemain Seleksi Bertahan di Persisam


Nama pemain asing yang mengikuti seleksi di Persisam Putra akhirnya diputuskan. Dari 3 pemain asal Montenegro masing-masing Aleksandar Mikijelj (stopper), Srdan Lopici (playmaker) serta Ivan Jablan (striker), Daniel Roekito ternyata hanya tertarik pada Srdan Lopici. Ya, gelandang serang tersebut dianggap punya kualitas mumpuni sebagai otak permainan tim. Selain itu transisi organisasi yang diperlihatkannya, menjadi salah satu pertimbangan DR untuk merekrutnya.
"Awalnya saya melihat Aleksandar Mikijelj juga bermain bagus. Tetapi setelah saya perhatikan dengan baik, ia tak cukup kuat saat duel satu lawan satu. Makanya saya langsung laporkan pada manajemen, kalau kita akan mengambil Luc Owana Zoa, stopper asal Kamerun," terang DR.
Luc sendiri dalam sesi latihan kemarin sore sudah tak terlihat bersama tim. Ia dikabarkan kembali ke Jakarta, karena Persija juga meminati mantan pemain Timnas U-23 Kamerun tersebut.
"Tapi saya sudah berbicara dengan manajemen untuk meminta Luc kembali ke Persisam Putra," terang DR.
Menurut informasi yang diterima malam tadi, Luc datang kembali Senin (19/9) nanti. Kalau mantan pemain Anzhi Makachkala tersebut tiba di Samarinda siang, besar kemungkinan ia langsung menjalani latihan.
Saat latihan kemarin satu legiun asing juga tak lagi terlihat. Park Chul Hyung, mantan stopper Semen Padang tersebut dilepas karena dianggap kalah bersaing.
"Park sebenarnya sangat bagus. Tetapi ia mengalami penurunan performa dalam latihan. Saya pikir dengan adanya M Roby dan Luc, posisi stopper sudah sangat kuat. Apalagi kita masih punya Djayusman Triasdi," tambahnya.
Kabarnya manajemen Persisam Putra membidik seorang striker asal Asia, untuk menggantikan Park Chul Hyung.
Sementara itu dalam latihan kemarin, antusias warga menyaksikan permainan Persisam Putra, khususnya Cristian "El Loco" Gonzales sangat besar. Ribuan penonton datang menyaksikan permainan tim. Tepuk tangan pun diberikan pada tiap aksi El Loco, apalagi saat ia mencetak 2 gol.
Permainan sendiri hanya dilakukan 45 menit saja, karena DR menilai tempo permainan tak bisa berjalan cepat.
"Fisik pemain masih lemah. Tapi saya pikir itu wajar, karena mereka lama tak menjalani latihan terprogram," tegasnya. (upi)
Share on Google Plus

About 12paz