
Setelah berorasi di depan mess Persebaya, para Bonek bergerak ke pinggir lapangan Persebaya yang berada di belakang mess Persebaya. Mereka meminta para pemain Persebaya agar tidak terpangaruh wacana merger Persebaya.
Mereka juga menolak Ketua Umum Persebaya Wishnu Wardhana yang dilengserkan pada Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub), 10 Agustus lalu. Bonek trauma terhadap Wishnu karena waktu mengelola Persebaya Divisi Utama amburadul, gaji pemain berbulan-bulan tidak dibayar, prestasi Persebaya juga jeblok.
Sementara itu, pada saat Bonek melakukan demo, di rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini digelar pertemuan kedua kubu Persebaya yang tengah dilanda konflik. Risma memediasi agar kedua kubu islah (damai).
Dari kubu Cholid Goromah, hadir Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar, Cholid serta Suprastowo. Sedangkan dari kubu Wis nu diwakili manajer tim yakni M Alyas, kuasa hukum Ahmad Julianto dan Gangsar Wahyudi. Wishnu yang ditunggu-tunggu tidak muncul. H adir pula perwakilan 30 klub.
Pertemuan gagal membuahkan islah karena mayoritas klub sebagai pemilik Persebaya tetap menolak merger kedua kubu.
