
Striker tim nasional Indonesia, Boaz Salossa, optimistis pasukan Garuda dapat menundukkan Qatar pada laga ketiga Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 11 Oktober mendatang. Bila dalam pertarungan tersebut Indonesia kalah, kesempatan untuk melaju ke babak berikut di Piala Dunia makin tertutup rapat. “Kalau kalah lagi atau seri, ya sangat berat lolos, tapi saya optimistis kita bisa menang,” kata Boaz Salossa, Jumat, 9 September 2011. Menurut Boaz, Qatar jauh lebih kuat dibanding Bahrain. Pasukan Milovan Rajevac itu berada di peringkat 90 FIFA atau 7 Asia, jauh di atas Indonesia yang bertengger di posisi 131. “Mengalahkan Bahrain yang di bawah Qatar saja kita sudah tidak mampu, tapi pasti bisalah, apapun dapat terjadi di lapangan,” ujarnya. Boaz dipastikan akan tetap menjadi ujung tombak bersama Christian Gonzales dan Bambang Pamungkas. Rekor kemenangan Indonesia atas Qatar hanya terjadi sekali dari empat pertemuan kedua negara. Pasukan Merah Putih mengandaskan ambisi Qatar pada Piala Asia 2004, 18 Juli 2004, dengan skor 2-1. “Saya konsentrasi saja dulu untuk melawan Arbil dari Irak. Kalau soal Qatar, baiknya nanti saja, masih ada waktu untuk latihan,” ucapnya. Sejarah pertemuan Qatar-Indonesia diwarnai dua kali kekalahan pasukan Garuda. Hasil seri hanya didapat ketika Indonesia bermain 1-1 pada Asian Games 1986 Seoul, 22 September 1986. Selebihnya tim Merah Putih kalah 3-1 pada kualifikasi Piala Dunia 1994 Doha, 9 April 1993 dan 1-4 pada kualifikasi Piala Dunia 1994 Singapura, 24 April 1993. Meskipun lebih baik dari Firman Utina dkk, Qatar juga belum pernah lolos ke Piala Dunia. Prestasi terbaik Mohamed Kasoula dkk hanya saat Qatar menjuarai Piala Teluk 1992 dan 2004 dengan berstatus tuan rumah. “Ya, nantilah kita lihat. Intinya saya siap dipanggil dan mengalahkan mereka,” kata Boaz. JERRY OMONA
