Share |

Banderol Rp600 Juta , PSM Bidik Vitor Borges da Souza


Setelah berhasil mendatangkan gelandang kiri asal Brasil yang pernah memperkuat Persipura Jayapura, David da Rocha, manajemen kini berupaya menghadirkan Vitor Borges da Souza. Striker bertubuh gempal itu juga berasal dari Brasil.

Sama halnya David Da Rocha, Vitor Borges juga diusulkan Asisten Pelatih PSM, Fabio de Oliviera. Kebetulan mereka berasal dari satu negara, Brasil. Hubungan Fabio dengan kedua pemain dimaksud memang sangat dekat, dan sering tinggal di rumahnya di Jakarta ketika ke Indonesia.

Menurut Fabio, jika ingin merekrut Vitor tidaklah sulit. Mantan pemain PSP Padang ini menyatakan siap membantu manajemen melobinya. Apalagi, kata Fabio, banderol Vitor hanya Rp600 sampai Rp700 juta per musim.

"Meski terikat kontrak sampai November 2011, PSM dapat mendatangkan Vitor tanpa ada uang transfer. Sebab, aturan di klubnya jika memang diminati klub lain dan ada kepastian bisa langsung pindah tanpa transfer," terang Fabio.

Hanya saja, Vitor sudah pernah ditolak sewaktu seleksi di PSM saat pembentukan tim Liga Primer Indonesia (LPI), beberapa waktu lalu. Menurut Fabio, kalau PSM mau berprestasi maka mesti mendatangkan minimal lima pemain berkualitas dan punya pengalaman di pentas sepak bola profesional.

"Kalau tidak begitu, maka target PSM cukup bertahan saja di papan tengah. Kita juga mesti meminta pengertian para suporter dan para pencinta PSM," kata Fabio.

Pengamat sepak bola dan mantan pemain PSM, Yopie Lumoindong, mengatakan persoalan yang paling krusial menimpa manajemen PSM merekrut pemain bintang adalah akibat krisis kewenangan dan tidak ada dana. Jujur saja, kata dia, baik Konsorsium maupun internal PSM tidak ada dana.

"Nyatanya, PSM saja saat ini belum dapat memastikan pelatih kepala dan mengontrak pemain berkualitas. Itu indikasi manajemen PSM tidak berani memberi jaminan pra-kontrak yang besar dan harus disetujui dahulu oleh Konsorsium," papar Yopie.

Suporter PSM, Wawan, menyatakan bahwa seharusnya urusan perekrutan pemain diserahkan ke pelatih kepala. "Jangan manajemen yang mengurus perekrutan pemain. Biarkan pelatih saja yang memilih pemainnya," saran Wawan. (ram/ian)
Share on Google Plus

About 12paz