
"Kalau memang tak selesai konflik di tubuh Arema, masih ada dualisme kepengurusan, Aremania akan segera turun jalan. Waktunya masih belum kami tentukan. Yang jelas dalam waktu dekat ini," tegas Ponidi, Korwil Aremania stasiun, dalam jumpa pers yang digelar di kantor Arema di Jl Sultan Agung No 9 Kota Malang, Minggu (11/09/2011) sore.
Aremania, kata pria yang akrab dipanggil Tembel itu, sudah berjuang bagaimana dua kubu itu bertemu dan segera berdamai untuk kepentingan Arema. "Namun, masih belum ada kata damai. Dalam waktu dekat ini, Aremania akan coba mengundang kedua kubu lagi untuk bertemu. Kalau masih belum ada kata damai, kami akan turun jalan membela yang benar," katanya lantang.
Aremania, aku Tembel, sudah pernah berupaya mempertemuan mengundang dua kubu. Namun ada kendala yang tak bisa direalisasikan. "Tiga hari ke depan Aremania akan mengundang kedua kubu untuk menyelesaikan konflik Arema ini," akunya.
Aremania, kata Tembel, tak akan mendukung kubu manapun. Tapi Aremnia akan membela yang benar dan yang layak menangani Arema. "Mari kita selesaikan konflik Arema agar segera berkompetisi dengan meraih juara. Kami Aremanaia tak main-main mendukung Arema," tegasnya.
Tembel juga menegaskan, pihaknya heran dengan sikap kubu M Nur dan Lucky Acul Zainal alias Sam Ikul yang hanya berani komentar dan bicara di media. "Namun, untuk bicara baik-baik bersama Aremania, tak berani," katanya.
Ditanya apa Aremania sudah ada upaya untuk mendatangi rumah Sam Ikul? Tembel mengaku dalam waktu dekat ini bisa diupayakan. "Masih akan dibicarakan dengan semua korwil untuk bertemu dengan Sam Ikul di rumahnya," tegasnya. [ain/but]
