
PSSI tidak akan memberikan sanksi terhadap Ian Louis Kabes dan Boaz Solossa yang hingga kini belum juga mengikuti latihan persiapan Pra Piala Dunia 2014 di Stadian Krakatau, Cilegon. "Sampai sekarang Ian dan Boaz belum bisa ikut latihan bersama dengan pemain timnas lainnya dan PSSI tidak akan mengeluarkan sanksi kepada keduanya," kata Ferry Kodrat, Manajer Timnas Senior, di Cilegon, Banten, Ahad (7/8).
Ian dan Boaz, lanjutnya, telah memberikan alasan soal keterlambatan mereka. "Kami sudah melakukan komunikasi. Menurut mereka, saat ini, masih kesulitan untuk penerbangan dan mengurusi kepegawaian negeri sipil karena mereka keduanya adalah PNS," ucap Ferry.
Apalagi, kata Ferry, saat ini di Papua, tempat Ian dan Boaz, sedang ada konflik. "Berdasarkan alasan yang keduanya sampaikan kepada kami, maka PSSI tak akan memberikan sanski apapun walau mereka sudah terlambat beberapa hari untuk ikut latihan di Stadion Krakatau," ujarnya.
Alasan lain yang disampaikan Ian dan Boaz adalah ada sejumlah urusan pribadi yang harus diselesiakan di Papau. "Mereka juga harus menyelesaikan urusan keluarganya di sana," tutur Ferry.
Disinggung mengenai adanya ketidakdisplinan pemain timnas senior yang kurang mempersiapkan keberangkatan jauh-jauh hari sebelumnya, Ferry mengatakan, Ian dan Boaz tengah dilanda sejumlah persoalan. "Mereka banyak masalah, termasuk masalah penerbangan dan konflik Papua yang sudah lama, jadi sulit untuk diprediksi," kata Ferry.
Sementara itu, sejumlah pemain yang sebelumnya tidak bisa ikut latihan, kemarin petang sudah tiba di Hotel Grand Mangku Putra, Cilegon. Mereka di antaranya Oktovianus Maniani, Ricardo Salampesy, Ahmad Bustomi, Wahyu Wijiastanto, Arif Suyono, Kurnia Meiga Hermansyah, Beny Wahyudi, serta Zulkifli Syukur. "Untuk pemain timnas yang berasal dari Arema Malang kemarin sudah datang secara bersamaan," ucap Ferry.(BOG)
Ian dan Boaz, lanjutnya, telah memberikan alasan soal keterlambatan mereka. "Kami sudah melakukan komunikasi. Menurut mereka, saat ini, masih kesulitan untuk penerbangan dan mengurusi kepegawaian negeri sipil karena mereka keduanya adalah PNS," ucap Ferry.
Apalagi, kata Ferry, saat ini di Papua, tempat Ian dan Boaz, sedang ada konflik. "Berdasarkan alasan yang keduanya sampaikan kepada kami, maka PSSI tak akan memberikan sanski apapun walau mereka sudah terlambat beberapa hari untuk ikut latihan di Stadion Krakatau," ujarnya.
Alasan lain yang disampaikan Ian dan Boaz adalah ada sejumlah urusan pribadi yang harus diselesiakan di Papau. "Mereka juga harus menyelesaikan urusan keluarganya di sana," tutur Ferry.
Disinggung mengenai adanya ketidakdisplinan pemain timnas senior yang kurang mempersiapkan keberangkatan jauh-jauh hari sebelumnya, Ferry mengatakan, Ian dan Boaz tengah dilanda sejumlah persoalan. "Mereka banyak masalah, termasuk masalah penerbangan dan konflik Papua yang sudah lama, jadi sulit untuk diprediksi," kata Ferry.
Sementara itu, sejumlah pemain yang sebelumnya tidak bisa ikut latihan, kemarin petang sudah tiba di Hotel Grand Mangku Putra, Cilegon. Mereka di antaranya Oktovianus Maniani, Ricardo Salampesy, Ahmad Bustomi, Wahyu Wijiastanto, Arif Suyono, Kurnia Meiga Hermansyah, Beny Wahyudi, serta Zulkifli Syukur. "Untuk pemain timnas yang berasal dari Arema Malang kemarin sudah datang secara bersamaan," ucap Ferry.(BOG)
