
Meski masih memimpin sampai 2012, kepengurusan Herman yang baru turun dari kursi walikota, pertengahan Juli kemarin, nyaris tidak memiliki persiapan untuk menghadapi Liga Indonesia pada musim depan.
"Kami pesimistis PSPS dapat mengikuti liga Indonesia 2011-2012. Bayangkan, sampai awal Agustus ini belum ada kepengurusan tim. Belum ada manajer tim, belum ada kepastian pelatih, belum ada susunan pemain. PSPS sekarang hanya ada namanya saja. Herman Abdullah semestinya tidak boleh lepas tangan setelah dia tidak menjadi walikota lagi," ujar Umas Said, pemerhati sepakbola di Pekanbaru, hari Senin (1/8/2011).
Menurut Umar, apabila musim kompetisi 2011-2012 dimulai pada akhir September, seperti pada tahun sebelumnya, praktis persiapan yang tersisa tidak sampai dua bulan lagi. Dengan waktu sesingkat itu, mustahil PSPS dapat bersiap dengan baik. Kalaupun akhirnya PSPS dapat bertanding di musim depan, niscaya tim itu hanya akan menjadi pelengkap kompetisi semata.
Umar menyatakan, kondisi PSPS membutuhkan perhatian dari seluruh pecinta sepakbola di Riau. Harus ada pihak yang mau mengambil alih jabatan Herman, agar nasib PSPS dapat berlanjut di kancah nasional. Kondisi riil saat ini, seluruh pemain masih belum mendapatkan kepastian kontrak, apakah masih bermain di PSPS atau tidak pada musim depan.
Sejumlah pemain andalan yang membela PSPS musim lalu, mulai bersiap untuk hengkang. Berdasarkan informasi yang berkembang, nama-nama pemain andalan PSPS musim lalu sudah diincar beberapa klub.
Dzumafo Herman, penyerang utama PSPS dikabarkan diminati oleh klub Arema Malang, Sriwijaya Palembang dan Persija Jakarta. Pemain belakang Dedi Gusmawan, yang semula masih ingin bertahan di Pekanbaru, nampaknya akan berpaling ke Sriwijaya FC karena tidak ada kepastian nasib.
Pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning, juga masih belum mendapat kepastian apakah masih akan mengasuh anak-anak Laskah Bertuah itu. Kabarnya, klub Persibo Bojonegoro meminati mantan pemain PSMS Medan itu. Saat ini, si Abang, panggilan akrab Gurning, masih menjalankan ibadah umrah di Makkah.
"Harapan saya sebagai masyarakat Pekanbaru, pengurus PSPS yang sekarang tidak lari dari tanggung jawab. Kalau Herman Abdullah mundur, masih ada pengurus lain yang dapat memngambil alih, bekerjasama dengan pejabat Walikota baru, Syamsurizal. Jangan seperti sekarang, hanya diam," tandas Umar.
Masa jabatan Herman Abdullah sebagai walikota, sudah habis pada 17 Juli 2011 lalu. Namun penggantinya masih belum ada karena Mahkamah Konstitusi membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum Pekanbaru pada Pemilukada Pekanbaru pertengahan Mei lalu.
Pemilihan suara ulang baru akan dilaksanakan pada 14 September mendatang. Jabatan definitif walikota Pekanbaru, paling cepat baru terwujud pada menjelang tutup tahun 2011.
